Spektroskopi memungkinkan ilmuwan untuk “melihat” struktur molekul, ikatan, dan konsentrasi zat tanpa merusak sampel tersebut.

8.1. Radiasi Elektromagnetik dan Energi

Cahaya memiliki sifat dualisme (gelombang-partikel). Hubungan antara energi foton ($E$), frekuensi ($\nu$), dan panjang gelombang ($\lambda$) sangatlah penting:

$$E = h \nu = \frac{hc}{\lambda}$$

  • $h$: Konstanta Planck ($6.626 \times 10^{-34} \text{ J}\cdot\text{s}$)
  • $c$: Kecepatan cahaya ($3 \times 10^8 \text{ m/s}$)

8.2. Prinsip Transisi Energi

Dalam Kimia Kuantum, kita belajar bahwa tingkat energi elektron, vibrasi, dan rotasi dalam molekul adalah terkuantisasi.

  • Absorpsi: Molekul menyerap foton dan naik ke tingkat energi yang lebih tinggi (keadaan tereksitasi).
  • Emisi: Molekul melepaskan energi dalam bentuk foton saat kembali ke tingkat energi yang lebih rendah (keadaan dasar).

8.3. Jenis-Jenis Spektroskopi Utama

Tergantung pada energi cahaya yang digunakan, molekul akan mengalami perubahan yang berbeda:

Jenis SpektroskopiWilayah CahayaPerubahan pada MolekulKegunaan
Rotasi (Microwave)Gelombang MikroPerubahan rotasi molekulMenentukan panjang ikatan
Vibrasi (Infrared/IR)InframerahPerubahan getaran (vibrasi) ikatanIdentifikasi Gugus Fungsi (misal: $\text{C=O, -OH}$)
Elektronik (UV-Vis)Ultraviolet & TampakPerpindahan elektron antar orbitalMenentukan konsentrasi warna & sistem terkonjugasi
Resonansi Magnetik (NMR)Gelombang RadioPerubahan spin inti atom dalam medan magnetMenentukan kerangka struktur atom dalam molekul

8.4. Spektroskopi Inframerah (IR) dan Vibrasi

Molekul tidak diam; ikatan antar atom berperilaku seperti pegas yang bergetar. Cahaya IR hanya diserap jika vibrasi tersebut menyebabkan perubahan pada momen dipol molekul.

  • Streching (Peregangan): Perubahan panjang ikatan.
  • Bending (Penekukan): Perubahan sudut ikatan.

8.5. Spektroskopi UV-Vis dan Hukum Beer-Lambert

Spektroskopi UV-Vis sangat umum digunakan di laboratorium untuk analisis kuantitatif (menentukan konsentrasi). Hubungan ini dijelaskan oleh Hukum Beer-Lambert:

$$A = \epsilon \cdot b \cdot c$$

  • $A$ (Absorbansi): Jumlah cahaya yang diserap.
  • $\epsilon$ (Molar Absorptivity): Karakteristik khas zat tersebut.
  • $b$ (Path length): Lebar wadah sampel (kuvet).
  • $c$ (Concentration): Konsentrasi larutan.

8.6. Spektroskopi Resonansi Magnetik Inti (NMR)

NMR adalah alat paling kuat untuk menentukan struktur molekul organik. Dengan menempatkan molekul dalam medan magnet luar, inti atom tertentu (seperti $^1\text{H}$ atau $^{13}\text{C}$) akan menyerap gelombang radio. Perbedaan lingkungan kimia di sekitar atom menyebabkan “pergeseran kimia” ($\text{chemical shift}$) yang unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *