Spektrofotometri Serapan Atom (Atomic Absorption Spectroscopy/AAS) adalah teknik analisis instrumental yang digunakan untuk menentukan konsentrasi unsur logam (seperti $Fe, Cu, Pb, Cd, Au$, dll) secara kuantitatif berdasarkan penyerapan cahaya oleh atom-atom bebas dalam keadaan dasar (ground state).

9.1 Prinsip Dasar AAS

Berbeda dengan spektrofotometri UV-Vis yang mengukur molekul dalam larutan, AAS mengukur atom.

  1. Atomisasi: Sampel cair diubah menjadi uap atom melalui pemanasan suhu tinggi.
  2. Penyerapan Spesifik: Setiap unsur memiliki konfigurasi elektron yang unik. Atom suatu unsur hanya akan menyerap cahaya pada panjang gelombang yang sangat spesifik (garis resonansi).
  3. Hukum Lambert-Beer: Jumlah cahaya yang diserap oleh kumpulan atom tersebut berbanding lurus dengan jumlah atom (konsentrasi) dalam sampel.

$$A = \text{log} \frac{I_0}{I} = abc$$


9.2 Komponen Instrumen AAS

Sistem AAS terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja secara berurutan:

  • Sumber Cahaya (Hollow Cathode Lamp – HCL): Lampu khusus yang katodanya terbuat dari logam yang akan dianalisis. Lampu ini memancarkan spektrum spesifik dari logam tersebut.
  • Atomisator (Furnace/Flame): Tempat di mana sampel diubah menjadi atom.
    • Sistem Nyala (Flame): Menggunakan campuran gas (seperti Asetilen-Udara) untuk membakar sampel.
    • Tungku Grafit (Graphite Furnace): Menggunakan energi listrik untuk memanaskan sampel hingga suhu yang sangat tinggi, memberikan sensitivitas lebih tinggi dibanding nyala.
  • Monokromator: Alat untuk mengisolasi garis spektrum spesifik agar hanya panjang gelombang yang diinginkan yang mencapai detektor.
  • Detektor (Photomultiplier Tube): Mengukur intensitas cahaya yang diteruskan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik.

9.3 Proses Atomisasi pada Nyala

Proses yang terjadi di dalam nyala api sangat cepat dan melibatkan beberapa tahap fisikokimia:

  1. Nebulitisasi: Larutan sampel diubah menjadi kabut halus (aerosol).
  2. Desolvasi: Penguapan pelarut sehingga terbentuk partikel padat halus (garis mikroskopis).
  3. Volatilisasi: Partikel padat diuapkan menjadi gas molekul.
  4. Disosiasi: Molekul gas pecah menjadi atom-atom bebas (inilah yang kita ukur).

9.4 Keunggulan dan Batasan AAS

AspekPenjelasan
SelektivitasSangat tinggi. Karena menggunakan lampu spesifik unsur, gangguan antar unsur sangat minim.
SensitivitasSangat baik. Dapat mendeteksi logam hingga satuan ppb (parts per billion) jika menggunakan Tungku Grafit.
AplikasiDigunakan luas untuk analisis air minum (logam berat), tanah, darah, dan kontrol kualitas produk logam.
BatasanHanya bisa menganalisis satu unsur dalam satu waktu (karena harus mengganti lampu HCL) dan sampel harus dalam bentuk larutan.

9.5 Perhitungan Kuantitatif

Sama seperti metode instrumental lainnya, AAS menggunakan Kurva Kalibrasi.

  • Analis membuat deret standar (misal: standar $Pb$ 1, 2, 3, 4, 5 ppm).
  • Absorbansi diukur dan diplot terhadap konsentrasi.
  • Konsentrasi sampel yang tidak diketahui dibaca dari grafik tersebut berdasarkan nilai absorbansinya.

Dengan berakhirnya Bab 9, Anda telah mempelajari dasar-dasar dari analisis kualitatif tradisional hingga teknologi instrumental tercanggih untuk logam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *