Polimer adalah molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari penggabungan berulang unit-unit molekul kecil yang disebut monomer.

9.1 Jenis Reaksi Pembentukan Polimer

  1. Polimerisasi Adisi:
    • Terjadi pada monomer yang memiliki ikatan rangkap (seperti alkena).
    • Ikatan rangkap “terbuka” dan saling menyambung tanpa ada atom yang hilang.
    • Contoh: Etilena menjadi Polietilena (plastik kresek).$$n(\text{CH}_2=\text{CH}_2) \rightarrow [-\text{CH}_2-\text{CH}_2-]_n$$
  2. Polimerisasi Kondensasi:
    • Terjadi pada monomer yang memiliki dua gugus fungsi aktif.
    • Saat bergabung, molekul kecil (seperti $\text{H}_2\text{O}$ atau $\text{HCl}$) dilepaskan.
    • Contoh: Pembentukan Nilon atau Poliester.

9.2 Penggolongan Polimer

  • Polimer Alam: Selulosa, amilum, karet alam, dan protein.
  • Polimer Sintetis: Plastik (PVC, PET, PP), serat sintetis (Nilon, Dakron), dan karet sintetis.

Bab 10: Sintesis Organik dan Retrosintesis ๐ŸŽจ

Jika Bab 5 membahas bagaimana zat bereaksi, Bab 10 membahas strategi untuk membuat molekul target dari bahan yang tersedia di laboratorium.

10.1 Konsep Retrosintesis

Retrosintesis adalah teknik pemecahan masalah dengan cara bekerja mundur. Kita mulai dari Molekul Target (TM) dan secara mental memutus ikatan-ikatannya untuk menemukan bahan awal yang lebih sederhana.

  • Disoneksi: Pemutusan ikatan imajiner untuk menghasilkan fragmen yang disebut synthon.
  • Transformasi Gugus Fungsi (FGI): Mengubah satu gugus fungsi menjadi gugus lain agar lebih mudah diputus atau disambung.

10.2 Kimia Hijau (Green Chemistry)

Dalam sintesis modern, aspek lingkungan menjadi prioritas. Prinsip utama meliputi:

  • Ekonomi Atom: Memastikan sebanyak mungkin atom dari bahan awal berakhir di produk akhir (meminimalkan limbah).
  • Katalisis: Menggunakan katalis untuk mempercepat reaksi dan menghemat energi.
  • Pelarut Aman: Menghindari pelarut beracun.

Bab 11: Kimia Organik dalam Industri (Petrokimia) โ›ฝ

Hampir semua benda di sekitar kita berasal dari minyak bumi dan gas alam yang diolah melalui proses kimia organik.

  1. Distilasi Bertingkat: Memisahkan minyak mentah berdasarkan titik didih (gas, bensin, kerosin, solar, pelumas).
  2. Cracking (Perengkahan): Memutus rantai karbon panjang menjadi rantai pendek yang lebih berguna (misalnya mengubah fraksi berat menjadi bensin).
  3. Reforming: Mengubah struktur molekul rantai lurus menjadi bercabang atau aromatik untuk meningkatkan kualitas bahan bakar (bilangan oktan).

Kesimpulan Perjalanan Belajar

Kimia organik dimulai dari pemahaman satu atom karbon ($C$), lalu berkembang menjadi rantai (hidrokarbon), ditambah “senjata” berupa gugus fungsi, disusun dalam ruang 3D (stereokimia), hingga akhirnya mampu membentuk materi kehidupan (biomolekul) dan teknologi modern (polimer).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *