Bagaimana kita tahu struktur suatu kristal atau apakah sebuah ligan benar-benar terikat pada logam? Kita menggunakan instrumen khusus.
1. Difraksi Sinar-X (XRD – X-Ray Diffraction)
Ini adalah alat paling penting dalam kimia anorganik, terutama untuk kimia keadaan padat.
- Fungsi: Menentukan struktur kristal, panjang ikatan, dan sudut ikatan secara presisi.
- Prinsip: Sinar-X memiliki panjang gelombang yang sebanding dengan jarak antar atom dalam kristal. Ketika sinar ini mengenai kristal, ia akan terhambur dan membentuk pola interferensi (Hukum Bragg).
2. Spektroskopi UV-Vis (Ultraviolet-Visible)
Sangat penting untuk mempelajari logam transisi.
- Fungsi: Mengukur transisi elektron, terutama transisi $d-d$ yang memberikan warna pada kompleks.
- Aplikasi: Membantu menentukan nilai $\Delta_o$ (Energi Pembelahan Medan Kristal) yang telah kita bahas di Bab 4.
3. Spektroskopi Inframerah (FTIR)
- Fungsi: Mengidentifikasi gugus fungsi dan jenis ikatan.
- Kekhasan Anorganik: Sangat berguna dalam kimia organologam untuk melihat frekuensi regangan ligan $\text{CO}$ (Karbonil). Pergeseran frekuensi ini menunjukkan seberapa kuat “ikatan balik $\pi$” dari logam ke ligan.
