Kedatangan bangsa Eropa bukan sekadar kebetulan. Ini adalah hasil dari perkembangan sains di Eropa yang bertemu dengan kebutuhan ekonomi yang mendesak.

A. Teknologi Pendukung (Revolusi Pelayaran)

Sebelum sampai ke Nusantara, bangsa Eropa harus melewati “Samudra Kegelapan” (Atlantik). Mereka berhasil karena beberapa inovasi:

  • Kapal Karavel dan Galeon: Kapal yang lebih ringan, lincah, dan mampu melawan arah angin.
  • Navigasi: Penggunaan Astrolabe (pengukur posisi bintang), Kompas, dan pemetaan (Kartografi) yang semakin akurat.
  • Teori Heliosentris: Keyakinan bahwa bumi bulat mendorong mereka untuk terus berlayar ke arah barat agar sampai ke timur.

B. Jejak Bangsa Portugis: Sang Perintis (1511)

Portugis adalah bangsa pertama yang memecahkan rute ke timur.

  • Vasco da Gama (1497): Berhasil mengitari Tanjung Harapan (Afrika Selatan) dan sampai di India. Ini membuktikan bahwa jalur laut ke Asia itu ada.
  • Afonso de Albuquerque: Strategis ulung yang menyadari bahwa untuk menguasai perdagangan, mereka harus menguasai “titik kunci”. Pada 1511, ia menaklukkan Malaka, pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara saat itu.
  • Misi ke Maluku (1512): Dari Malaka, mereka mengirim Antonio de Abreu dan Francisco Serrao menuju pusat rempah-rempah di Ternate, Maluku.

C. Persaingan Spanyol dan Portugis

Spanyol datang dari arah yang berlawanan (Barat melewati Amerika).

  • Ferdinand Magellan (Magalhaes): Orang pertama yang memimpin ekspedisi mengelilingi dunia. Meskipun ia tewas di Filipina, sisa pasukannya sampai di Tidore pada 1521.
  • Konflik Kepentingan: Kedatangan Spanyol di Maluku membuat Portugis marah karena merasa itu wilayah mereka.
  • Diplomasi Vatikan: Untuk menghindari perang antar-negara Katolik, dibuatlah dua perjanjian besar:
    1. Perjanjian Tordesillas (1494): Membagi dunia menjadi dua bagian (Barat untuk Spanyol, Timur untuk Portugis).
    2. Perjanjian Saragosa (1529): Menetapkan bahwa Spanyol harus meninggalkan Maluku dan pindah ke Filipina, sementara Portugis tetap di Maluku.

D. Bangsa Belanda: Dari Perdagangan Menuju Koloni (1596)

Belanda datang terlambat namun paling sistematis.

  • Jan Huygen van Linschoten: Seorang pelaut Belanda yang pernah bekerja untuk Portugis. Ia mencuri peta rahasia Portugis (Itinerario) yang menunjukkan jalur menuju Nusantara dan menerbitkannya di Belanda.
  • Ekspedisi Cornelis de Houtman (1596): Membawa 4 kapal dan mendarat di Banten. Meskipun disambut buruk karena perilaku Belanda yang sombong, mereka berhasil membawa pulang rempah-rempah yang memberikan keuntungan besar di Belanda.
  • Wild Vaart (Pelayaran Liar): Keberhasilan De Houtman memicu “demam rempah” di Belanda. Banyak perusahaan kecil berlomba-lomba mengirim kapal ke Nusantara, yang menyebabkan harga rempah di Eropa jatuh dan mereka saling bersaing sendiri. Inilah alasan utama dibentuknya VOC pada 1602 untuk menyatukan mereka.

E. Bangsa Inggris: Sang Pesaing Tangguh

Inggris datang hampir bersamaan dengan Belanda.

  • Francis Drake (1579): Berhasil mencapai Ternate dan membawa rempah ke Inggris.
  • EIC (East India Company): Inggris mendirikan kongsi dagang ini pada tahun 1600. Namun, di Nusantara, Inggris sering kalah bersaing dengan Belanda yang lebih agresif secara militer, sehingga Inggris lebih fokus ke India, meski tetap memiliki pengaruh di Bengkulu dan nantinya sempat menjajah singkat (masa Raffles).

Dampak Awal bagi Kerajaan-Kerajaan Lokal

  1. Hubungan Awal: Awalnya, raja-raja lokal (seperti Sultan Banten dan Sultan Ternate) menyambut baik bangsa Eropa sebagai pembeli rempah-rempah.
  2. Ketergantungan: Lama-kelamaan, bangsa Eropa mulai mencampuri urusan suksesi (pergantian raja) untuk mendapatkan hak monopoli.
  3. Benteng: Pembangunan benteng-benteng Eropa (seperti Fort Oranje di Ternate) yang awalnya sebagai gudang, berubah menjadi pusat militer untuk menekan penduduk lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *