1. ๐ŸŽฒ Distribusi Probabilitas sebagai Fondasi Inferensi

Semua teknik inferensial bergantung pada asumsi bagaimana data (atau statistik sampel) didistribusikan. Distribusi probabilitas adalah model teoritis yang menggambarkan kemungkinan nilai-nilai suatu variabel acak.

A. Distribusi Normal (The Bell Curve)

Ini adalah distribusi paling penting dalam statistika parametrik, berkat Teorema Limit Pusat (CLT).

  • Karakteristik: Berbentuk simetris seperti lonceng, di mana mean, median, dan mode berada di titik yang sama (pusat).
  • Signifikansi Inferensial: Jika ukuran sampel cukup besar, distribusi sampling rata-rata sampel akan berdistribusi normal, bahkan jika populasi aslinya tidak normal. Hal ini memungkinkan kita menggunakan skor-Z dan Uji-t.

B. Distribusi-t (Student’s t-Distribution)

Distribusi ini mirip dengan distribusi normal, tetapi memiliki ekor yang lebih “tebal” (lebih banyak probabilitas di ekornya).

  • Penggunaan: Digunakan ketika deviasi standar populasi tidak diketahui, dan biasanya ketika ukuran sampel kecil ($n < 30$).
  • Derajat Kebebasan (Degrees of Freedom, $df$): Bentuk distribusi-t bergantung pada $df$ ($df = n-1$). Semakin besar $df$, semakin distribusi-t mendekati distribusi normal.

C. Distribusi F (F-Distribution)

Distribusi ini digunakan untuk menguji hipotesis yang melibatkan perbandingan varians.

  • Penggunaan: Merupakan inti dari ANOVA (Analysis of Variance) dan pengujian keseluruhan model dalam Regresi Berganda. Uji F membandingkan variabilitas antar kelompok dengan variabilitas di dalam kelompok.

2. ๐Ÿšจ Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis

Karena inferensi didasarkan pada sampel dan probabilitas, selalu ada risiko membuat keputusan yang salah tentang populasi.

A. Kesalahan Tipe I ($\alpha$)

  • Definisi: Menolak Hipotesis Nol ($\text{H}_0$) padahal $\text{H}_0$ itu benar.
  • Contoh: Menyatakan bahwa obat baru efektif, padahal kenyataannya tidak.
  • Tingkat Risiko: Probabilitas kesalahan Tipe I adalah Tingkat Signifikansi ($\alpha$) yang telah kita tentukan (misalnya, 5% atau 0,05). Ini adalah risiko yang kita kontrol.

B. Kesalahan Tipe II ($\beta$)

  • Definisi: Gagal Menolak Hipotesis Nol ($\text{H}_0$) padahal $\text{H}_0$ itu salah.
  • Contoh: Menyatakan bahwa obat baru tidak efektif, padahal kenyataannya efektif.
  • Tingkat Risiko: Probabilitas kesalahan Tipe II dilambangkan dengan $\beta$.

C. Kekuatan Uji (Power of a Test)

  • Kekuatan uji adalah probabilitas untuk menolak $\text{H}_0$ yang salah.
  • Secara matematis, Kekuatan $= 1 – \beta$.
  • Tujuan peneliti adalah memaksimalkan kekuatan uji. Kekuatan dipengaruhi oleh ukuran sampel (semakin besar $n$, semakin besar kekuatan), tingkat signifikansi ($\alpha$), dan ukuran efek.
KeputusanH0โ€‹ Benar (Di Populasi)H0โ€‹ Salah (Di Populasi)
Gagal Tolak $\mathbf{H_0}$ (Berdasarkan Sampel)Keputusan BenarKesalahan Tipe II ($\beta$)
Tolak $\mathbf{H_0}$ (Berdasarkan Sampel)Kesalahan Tipe I ($\alpha$)Keputusan Benar (Kekuatan Uji $1-\beta$)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *