Periode ini sering disebut sebagai The Age of Discovery. Ini adalah masa di mana para pelaut Eropa melakukan pelayaran lintas samudra untuk memetakan dunia dan mencari kekayaan.
3.1 Faktor Pendorong (Motivasi 3G)
Mengapa bangsa Eropa tiba-tiba berani mengarungi samudra luas? Ada tiga motivasi utama:
- Gold (Emas): Keinginan mencari kekayaan dengan berdagang rempah-rempah (yang harganya saat itu lebih mahal dari emas di Eropa) langsung dari sumbernya di Asia.
- Glory (Kejayaan): Semangat untuk memperluas wilayah kekuasaan dan mengharumkan nama bangsa/kerajaan.
- Gospel (Injil): Semangat misionaris untuk menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia (terutama setelah bangkitnya ordo Jesuit dalam Kontra-Reformasi).
Pemicu Utama: Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kesultanan Ottoman ($1453$ M) menutup jalur perdagangan darat antara Eropa dan Asia, sehingga bangsa Eropa terpaksa mencari jalur laut.
3.2 Inovasi Teknologi Pelayaran
Tanpa kemajuan sains dari masa Renaisans, penjelajahan ini mustahil dilakukan. Beberapa alat kunci saat itu:
- Kapal Karavel: Kapal kecil namun lincah dengan layar segitiga yang memungkinkan berlayar melawan angin.
- Astrolabe & Kuadran: Alat untuk menentukan posisi kapal berdasarkan letak bintang.
- Kompas Magnetik: Teknologi yang diadaptasi dari Tiongkok untuk menentukan arah mata angin.
3.3 Tokoh-Tokoh Penjelajah Utama
Dua pionir utama dalam masa ini adalah Portugal dan Spanyol.
| Bangsa | Tokoh Utama | Pencapaian Rinci |
| Portugal | Bartolomeu Dias (1488) | Pelaut pertama yang mencapai ujung selatan Afrika (Tanjung Harapan). |
| Portugal | Vasco da Gama (1498) | Berhasil mengelilingi Afrika dan mencapai Calicut, India. Membuka jalur laut langsung ke Asia. |
| Spanyol | Christopher Columbus (1492) | Berlayar ke barat melintasi Atlantik. Ia mendarat di Kepulauan Bahama, mengira itu adalah India (asal mula istilah “Indian” untuk penduduk asli Amerika). |
| Spanyol | Ferdinand Magellan (1519–1522) | Memimpin ekspedisi yang pertama kali mengelilingi dunia (Circumnavigation). Meskipun ia tewas di Filipina, sisa awaknya berhasil kembali ke Spanyol. |
3.4 Pembagian Dunia: Perjanjian Tordesillas (1494)
Untuk menghindari konflik antara dua kekuatan Katolik (Portugal dan Spanyol), Paus memediasi pembagian wilayah dunia melalui sebuah garis imajiner:
- Sisi Barat (termasuk sebagian besar Amerika): Milik Spanyol.
- Sisi Timur (termasuk Afrika dan Asia): Milik Portugal.
Garis ini nantinya digeser lagi dalam Perjanjian Saragossa ($1529$) untuk menentukan siapa yang berhak atas Kepulauan Maluku (Pusat Rempah-rempah) di Nusantara.
3.5 Dampak Global yang Luar Biasa
Penjelajahan samudra tidak hanya soal peta, tapi soal perubahan radikal bagi umat manusia:
- Pertukaran Kolumbia (Columbian Exchange): Perpindahan besar-besaran tanaman, hewan, dan penyakit.
- Dari Amerika ke Eropa: Kentang, jagung, tomat, cokelat, dan tembakau.
- Dari Eropa ke Amerika: Kuda, sapi, gandum, dan penyakit seperti cacar (smallpox) yang memusnahkan jutaan penduduk asli Amerika.
- Kolonialisme dan Imperialisme: Bangsa Eropa mulai membangun pemukiman dan menjajah wilayah di Amerika, Afrika, dan Asia untuk mengeruk sumber daya.
- Perdagangan Budak Transatlantik: Munculnya sistem perkebunan besar di Amerika membutuhkan tenaga kerja paksa, memicu perdagangan jutaan orang Afrika melintasi Atlantik.
- Lahirnya Ekonomi Global: Untuk pertama kalinya, seluruh benua di dunia saling terhubung melalui jaringan perdagangan laut yang sistematis.
