Pengertian dan Garis Waktu

Revolusi Industri merupakan transisi besar-besaran dari ekonomi agraris dan kerajinan tangan ke ekonomi yang didominasi industri dan manufaktur mesin. Proses ini dimulai di Britania Raya pada akhir abad ke-18, kemudian menyebar ke Eropa Barat, Amerika Utara, dan seluruh dunia.

Fase Utama:

  • Revolusi Industri Pertama (1760–1840): Mekanisasi produksi tekstil, penemuan mesin uap
  • Revolusi Industri Kedua (1870–1914): Industri baja, listrik, kimia, dan transportasi massal

Latar Belakang dan Kondisi Awal di Inggris

Faktor Pemicu:

  1. Revolusi Agraria: Sistem enclosure dan inovasi pertanian meningkatkan produksi pangan dan mengurangi tenaga kerja di pedesaan.
  2. Sumber Daya Alam Melimpah: Cadangan batubara dan bijih besi besar.
  3. Modal dan Keuangan: Keberadaan kelas menengah yang memiliki modal dari perdagangan kolonial.
  4. Kemajuan Teknologi: Iklim penemuan ilmiah dan rekayasa.
  5. Stabilitas Politik: Tidak ada revolusi atau invasi besar seperti di Eropa daratan.
  6. Imperium Kolonial: Pasar global dan akses bahan baku (kapas, gula).

Penemuan-Penemuan Penting

Sektor Tekstil (Pionir Industri)

  • John Kay (1733): Flying shuttle → mempercepat tenun
  • James Hargreaves (1764): Spinning jenny → memintal banyak benang sekaligus
  • Richard Arkwright (1769): Water frame → mesin pintal bertenaga air
  • Samuel Crompton (1779): Spinning mule → menggabungkan keunggulan jenny dan frame
  • Edmund Cartwright (1785): Power loom → mesin tenun bertenaga

Energi dan Mesin

  • Thomas Newcomen (1712): Mesin uap atmosfer (untuk pompa tambang)
  • James Watt (1769): Menyempurnakan mesin uap Newcomen dengan separate condenser → lebih efisien, dapat menggerakkan mesin pabrik
  • Abraham Darby (1709): Menggunakan kokas untuk melebur besi → produksi besi lebih murah

Transportasi

  • George Stephenson (1825): Locomotion – kereta api umum pertama (Stockton–Darlington)
  • Kapal Uap: Robert Fulton (1807) mengembangkan kapal uap komersial
  • Jalan dan Terusan: Jaringan transportasi darat dan air diperluas

Dampak Revolusi Industri

Dampak Sosial:

  1. Urbanisasi Besar-besaran: Perpindahan massal dari desa ke kota industri (Manchester, Liverpool, Birmingham)
  2. Kelahiran Kelas Buruh (Proletariat): Pekerja pabrik dengan upah rendah, jam kerja panjang (12-16 jam/hari)
  3. Kondisi Kerja yang Buruk: Pabrik tanpa ventilasi, bahaya mesin, pekerja anak
  4. Perumahan Kumuh: Perkembangan slum dengan sanitasi buruk, penyakit seperti kolera
  5. Kelas Menengah Baru: Pengusaha, manajer, profesional (borjuis industri)
  6. Perubahan Struktur Keluarga: Peran wanita dan anak-anak berubah menjadi tenaga kerja upahan

Dampak Ekonomi:

  1. Produksi Massal: Barang menjadi lebih murah dan melimpah
  2. Pertumbuhan Kapitalisme Industri: Modal terpusat pada pabrik dan mesin
  3. Sistem Pabrik: Pengaturan kerja disiplin dengan mesin dan shift kerja
  4. Perdagangan Global: Ekspor barang industri, impor bahan mentah
  5. Siklus Boom dan Bust: Munculnya siklus ekonomi/resesi

Dampak Lingkungan:

  1. Polusi Udara dan Air: Asap batubara, limbah industri
  2. Degradasi Lahan: Pertambangan besar-besaran
  3. Perubahan Lanskap: Kota industri gelap dengan asap (“kota abu-abu”)

Gerakan Sosial dan Respons:

  1. Luddites (1811-1816): Pekerja yang menghancurkan mesin sebagai protes
  2. Gerakan Serikat Buruh: Pembentukan trade unions untuk tawar-menawar kolektif
  3. Reformasi Sosial: Factory Acts (Inggris) membatasi jam kerja anak dan wanita
    • 1833 Factory Act: Anak di bawah 9 tahun dilarang kerja, anak 9-13 maksimal 9 jam/hari
  4. Pemikiran Ekonomi Baru:
    • Kapitalisme: Adam Smith (The Wealth of Nations, 1776)
    • Sosialisme Utopis: Robert Owen (komunitas industri ideal)
    • Sosialisme Ilmiah: Karl Marx & Friedrich Engels (Manifesto Komunis, 1848)

Penyebaran ke Luar Inggris

Eropa:

  • Belgia: Negara pertama di Eropa daratan yang mengindustrialisasi
  • Jerman: Kawasan Ruhr menjadi pusat industri berat, disatukan oleh Zollverein (serikat pabean)
  • Prancis: Lebih bertahap, terkonsentrasi di utara dan timur
  • Amerika Serikat: Dimulai di New England (tekstil), dipercepat setelah Perang Saudara dengan industri baja, kereta api

Revolusi Industri Kedua (1870-1914)

Ciri-ciri:

  1. Baja (Proses Bessemer, 1856) menggantikan besi
  2. Listrik (Thomas Edison, Nikola Tesla) → motor listrik, pencahayaan
  3. Kimia (pupuk, zat warna, plastik)
  4. Komunikasi (telepon, telegraf)
  5. Transportasi (mobil Ford, pesawat terbang)
  6. Produksi Massal (lini perakitan)

Warisan dan Signifikansi Sejarah

  1. Transformasi Total Masyarakat: Dari masyarakat agraris ke industri
  2. Pertumbuhan Ekonomi yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya: Standar hidup meningkat dalam jangka panjang
  3. Ketimpangan Global: Membagi dunia menjadi negara industri dan negara penghasil bahan mentah
  4. Akar Globalisasi Modern: Jaringan perdagangan dan transportasi internasional
  5. Perubahan Pola Pikir: Waktu diatur oleh jam/mesin, bukan alam
  6. Lingkungan: Awal tekanan manusia skala besar pada ekosistem Bumi

Revolusi Industri bukan hanya peristiwa teknologi, tetapi revolusi sosial, ekonomi, dan budaya yang mendefinisikan dunia modern, dengan warisan yang masih membentuk kehidupan kita hingga abad ke-21, termasuk tantangan ketenagakerjaan, ketimpangan, dan keberlanjutan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *