1. Informasi Asimetris (Asymmetric Information)

Ini adalah kondisi di mana salah satu pihak dalam transaksi memiliki informasi yang lebih banyak atau lebih baik dibandingkan pihak lainnya. Kondisi ini menyebabkan dua masalah utama:

A. Pilihan Merugikan (Adverse Selection)

Terjadi sebelum transaksi dilakukan. Pihak yang tidak memiliki informasi cenderung mendapatkan barang dengan kualitas rendah.

  • Contoh Pasar Mobil Bekas (The Market for Lemons): Penjual tahu mobilnya rusak, tetapi pembeli tidak. Karena pembeli takut mendapat mobil rusak, mereka hanya berani menawar harga rendah. Akibatnya, pemilik mobil bagus tidak mau menjual mobilnya, dan pasar akhirnya hanya dipenuhi mobil rusak.
  • Solusi: Pemberian garansi atau sertifikasi dari pihak ketiga.

B. Bahaya Moral (Moral Hazard)

Terjadi setelah transaksi dilakukan. Seseorang cenderung berperilaku lebih berisiko karena dampak negatifnya ditanggung orang lain.

  • Contoh: Seseorang yang mobilnya sudah diasuransikan penuh mungkin menjadi kurang hati-hati saat mengemudi atau memarkir mobil karena tahu perusahaan asuransi akan menanggung kerugiannya.
  • Solusi: Adanya sistem deductible atau premi yang naik jika terjadi klaim.

2. Teori Permainan (Game Theory)

Teori permainan digunakan untuk menganalisis keputusan dalam situasi di mana hasil dari tindakan seseorang bergantung pada tindakan orang lain. Ini sangat relevan dalam pasar Oligopoli.

A. Dilema Narapidana (Prisoner’s Dilemma)

Ini adalah contoh paling terkenal yang menunjukkan mengapa kerja sama sulit dipertahankan, bahkan jika kerja sama itu akan menguntungkan kedua pihak.

  • Skenario: Dua penjahat ditangkap. Jika keduanya diam, hukuman mereka ringan. Namun, jika salah satu mengkhianati temannya, dia bebas sementara temannya dihukum berat. Akhirnya, karena rasa tidak percaya, keduanya biasanya memilih untuk saling mengkhianati dan mendapatkan hukuman yang lebih berat daripada jika mereka bekerja sama.

B. Keseimbangan Nash (Nash Equilibrium)

Sebuah kondisi di mana setiap pemain memilih strategi terbaik bagi mereka, dengan mempertimbangkan strategi yang dipilih oleh pemain lain. Di titik ini, tidak ada pemain yang punya insentif untuk mengubah strateginya secara sepihak.


3. Eksternalitas Jaringan (Network Externalities)

Sebuah kondisi di mana nilai suatu barang bagi seorang konsumen meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah orang lain yang menggunakan barang tersebut.

  • Contoh: Media sosial (Instagram, WhatsApp). Jika hanya Anda yang punya WhatsApp, aplikasi itu tidak berguna. Semakin banyak teman Anda yang menggunakannya, semakin bernilai aplikasi tersebut bagi Anda.

Kesimpulan Seluruh Seri Ekonomi Mikro

Kita telah menempuh perjalanan panjang dari konsep Kelangkaan, berlanjut ke Mekanisme Pasar, mendalami Perilaku Individu dan Perusahaan, melihat berbagai Struktur Pasar, hingga memahami Kegagalan Pasar dan Kesejahteraan.

Ekonomi mikro adalah alat untuk memahami bagaimana dunia bekerja pada skala unit terkecil. Dengan memahami ini, Anda dapat menganalisis kebijakan pemerintah, strategi bisnis, hingga keputusan pribadi Anda dalam berbelanja.


Terima kasih telah mengikuti pembahasan dasar ekonomi mikro ini! Apakah Anda ingin saya membuatkan Glosarium Istilah Penting dari Bab 1 hingga 11 untuk bahan referensi cepat, atau ada topik tertentu yang ingin Anda ulas kembali?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *