Meskipun setiap jenis virus memiliki variasi, secara umum ada 6 tahap utama dalam siklus replikasi virus pada sel hewan/manusia:
1. Adsorpsi (Penempelan)
Ini adalah tahap pengenalan. Protein permukaan virus (Spike atau Ligan) berikatan dengan reseptor spesifik pada membran sel inang. Tanpa kecocokan reseptor ini, virus tidak dapat masuk.
- Contoh: Protein S pada SARS-CoV-2 berikatan dengan reseptor ACE2 pada sel paru-paru manusia.
2. Penetrasi (Masuknya Virus)
Virus masuk ke dalam sitoplasma sel inang melalui dua cara utama:
- Endositosis: Sel inang “menelan” virus ke dalam vesikel (vakuola).
- Fusi Membran: (Hanya untuk virus beramplop) Amplop lipid virus menyatu dengan membran sel inang, melepaskan isi virus ke dalam sel.
3. Uncoating (Pelepasan Kapsid)
Setelah berada di dalam sel, kapsid protein virus harus dihancurkan oleh enzim sel inang atau enzim virus itu sendiri. Proses ini membebaskan materi genetik (DNA atau RNA) agar bisa diakses oleh mesin seluler.
4. Biosintesis (Replikasi dan Transkripsi)
Inilah tahap “pembajakan” yang sesungguhnya. Virus menggunakan nukleotida dan enzim sel inang untuk:
- Replikasi Genom: Membuat ribuan salinan DNA atau RNA virus.
- Ekspresi Gen: Membuat mRNA virus yang kemudian diterjemahkan oleh ribosom sel inang menjadi protein kapsid, protein spike, dan enzim virus.
Detail Penting: Virus DNA biasanya bereplikasi di dalam nukleus (inti sel), sedangkan sebagian besar virus RNA bereplikasi langsung di dalam sitoplasma.
5. Perakitan (Assembly)
Komponen-komponen yang telah diproduksi (genom baru dan protein kapsid) berkumpul secara otomatis untuk membentuk partikel virus baru yang utuh. Ini adalah proses yang sangat terorganisir secara termodinamika di dalam sel.
6. Pelepasan (Release)
Virus baru keluar dari sel inang untuk menginfeksi sel tetangga:
- Lisis: Sel inang pecah dan mati, melepaskan virus sekaligus (umum pada virus telanjang).
- Budding (Tunas): Virus “mencuri” sebagian membran sel inang untuk dijadikan amplopnya saat keluar. Sel inang mungkin tetap hidup untuk beberapa waktu sebelum akhirnya mati karena kelelahan metabolik.
