Periode ini terbagi menjadi dua gerakan besar yang saling berkesinambungan: Revolusi Ilmiah yang berfokus pada alam semesta, dan Zaman Pencerahan yang berfokus pada manusia dan masyarakat.
4.1 Revolusi Ilmiah: Menentang Dogma dengan Logika
Sebelum masa ini, ilmu pengetahuan sangat didikte oleh ajaran Gereja dan filsuf kuno seperti Aristoteles. Revolusi Ilmiah meletakkan dasar bagi Metode Ilmiah modern (observasi, eksperimen, dan induksi).
- Pergeseran Paradigma (Geosentris ke Heliosentris):
- Nicolaus Copernicus (1543): Menerbitkan teori bahwa matahari adalah pusat alam semesta (Heliosentris), bukan bumi.
- Galileo Galilei (1610): Menggunakan teleskop untuk membuktikan teori Copernicus. Ia dijatuhi hukuman tahanan rumah oleh Gereja karena dianggap menyebarkan ajaran sesat.
- Hukum Alam:
- Isaac Newton (1687): Menerbitkan Principia Mathematica. Ia merumuskan hukum gravitasi dan hukum gerak, membuktikan bahwa alam semesta bekerja seperti “mesin jam” yang teratur dan dapat dihitung secara matematis.
4.2 Zaman Pencerahan (Aufklärung): Berani Berpikir Sendiri
Zaman Pencerahan adalah gerakan intelektual yang menerapkan metode ilmiah untuk menganalisis manusia, politik, dan masyarakat. Semboyannya yang terkenal adalah Sapere Aude! (Beranilah berpikir sendiri!).
A. Ide-Ide Dasar Pencerahan
- Rasionalisme: Akal budi adalah sumber utama kebenaran.
- Kemajuan: Manusia dapat terus memperbaiki kualitas hidupnya melalui ilmu pengetahuan.
- Kebebasan: Menolak absolutisme (kekuasaan raja yang tak terbatas).
B. Tokoh dan Pemikiran Politik Kunci
| Tokoh | Pemikiran Utama | Dampak |
| John Locke | Hak Kodrat: Manusia lahir dengan hak atas hidup, kebebasan, dan milik (property). | Dasar Deklarasi Kemerdekaan AS. |
| Montesquieu | Trias Politika: Pemisahan kekuasaan menjadi Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif agar tidak terjadi tirani. | Digunakan oleh hampir seluruh demokrasi modern. |
| J.J. Rousseau | Kontrak Sosial: Kekuasaan pemimpin berasal dari rakyat, dan jika pemimpin sewenang-wenang, rakyat berhak menggulingkannya. | Dasar Revolusi Prancis. |
| Voltaire | Kebebasan Beragama & Berpendapat: Ia adalah pembela utama toleransi dan hak untuk mengkritik penguasa. | Menjadi dasar Hak Asasi Manusia (HAM). |
4.3 Konflik dan Dampak Besar
Pemikiran-pemikiran radikal ini tidak hanya tinggal di dalam buku, tetapi meledak menjadi revolusi fisik yang meruntuhkan tatanan lama:
- Revolusi Amerika (1776): Koloni Amerika menggunakan ide John Locke untuk memisahkan diri dari Inggris karena merasa hak-hak mereka sebagai warga negara dilanggar (No Taxation Without Representation).
- Revolusi Prancis (1789): Rakyat Prancis yang terinspirasi oleh Rousseau dan Montesquieu menggulingkan monarki absolut Raja Louis XVI. Revolusi ini berakhir dengan jatuhnya sistem feodal di Eropa dan munculnya konsep Nasionalisme.
- Sekularisme: Pemisahan antara urusan agama dan negara mulai diterapkan secara luas di negara-negara Barat.
4.4 Kelahiran Ilmu Ekonomi Modern
Pada masa ini juga lahir ilmu ekonomi modern melalui Adam Smith yang menerbitkan The Wealth of Nations ($1776$). Ia memperkenalkan ide Pasar Bebas (Laissez-faire) dan “Tangan Tak Terlihat” (Invisible Hand), yang nantinya menjadi fondasi sistem Kapitalisme.
