Perekonomian terbuka adalah perekonomian yang terlibat dalam perdagangan barang dan jasa dengan negara lain, serta melakukan transaksi modal di pasar keuangan global.
A. Ekspor, Impor, dan Ekspor Neto
Dalam perekonomian terbuka, identitas pendapatan nasional menjadi:
$$Y = C + I + G + (X – M)$$
- Ekspor ($X$): Barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri dan dijual ke luar negeri. Ekspor menambah pendapatan nasional (suntikan).
- Impor ($M$): Barang dan jasa yang diproduksi di luar negeri dan dibeli oleh penduduk dalam negeri. Impor mengurangi pendapatan nasional (kebocoran).
- Ekspor Neto ($NX$): Selisih antara ekspor dan impor ($X – M$). Jika positif disebut surplus perdagangan, jika negatif disebut defisit perdagangan.
B. Neraca Pembayaran (Balance of Payments)
Neraca Pembayaran adalah catatan sistematis dari semua transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain dalam periode tertentu. Terdiri dari dua akun utama:
- Akun Arus Kas/Berjalan (Current Account): Mencatat ekspor-impor barang dan jasa, serta pendapatan neto dari luar negeri (seperti upah pekerja migran atau bunga modal).
- Akun Modal dan Finansial (Capital and Financial Account): Mencatat transaksi aset keuangan, seperti investasi asing langsung (FDI), pembelian saham/obligasi, dan pinjaman luar negeri.
C. Nilai Tukar (Kurs)
Nilai tukar adalah harga satu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lain.
- Apresiasi: Kenaikan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing (Misal: dari Rp15.000/$ menjadi Rp14.000/$). Membuat ekspor lebih mahal dan impor lebih murah.
- Depresiasi: Penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Membuat ekspor lebih murah (bersaing) dan impor lebih mahal.
Sistem Nilai Tukar:
- Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate): Nilai tukar dipatok oleh pemerintah/bank sentral.
- Kurs Mengambang (Floating Exchange Rate): Nilai tukar ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran di pasar valuta asing.
D. Model Mundell-Fleming
Ini adalah perluasan dari model IS-LM untuk perekonomian terbuka. Model ini menunjukkan bagaimana kebijakan fiskal dan moneter bekerja di bawah sistem nilai tukar yang berbeda.
- Suku Bunga Dunia ($r^*$): Dalam perekonomian terbuka kecil dengan mobilitas modal sempurna, suku bunga domestik ($r$) cenderung mengikuti suku bunga dunia ($r^*$).
- Efektivitas Kebijakan:
- Kurs Mengambang: Kebijakan Moneter sangat efektif untuk memengaruhi PDB, sedangkan kebijakan Fiskal tidak efektif (karena adanya efek nilai tukar yang membatalkan dampak fiskal).
- Kurs Tetap: Kebijakan Fiskal sangat efektif, sedangkan kebijakan Moneter tidak efektif (karena bank sentral harus fokus menjaga nilai tukar).
