SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaPenelitian Indonesia
 Home & Jaringan Kita
 Berita Pendidikan
 Sekolah & Lembaga
 Menganai Kami
 Inovasi Pendidikan Baru
  
Inovasi Pendidikan

  
 Pendidikan Penerbangan
  
Pendidikan Penerbangan

  
 Link-Link Khusus
  



Aspirasi Pendidikan Kita
Aspirasi Kita


Seks Bebas Sebenarnya?

  
 E-Mail Pendidikan Gratis
  

Nama:
Panggilan:

Nama@Pendidikan.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Pendidikan.zzn.com

  
 Saran/Chat/Info Online
  

  
 100 Kunjungan Terakhir
  


  

Selamat Datang Di Pojok Anti Korupsi IndonesiaSelamat Datang Di Sekolah Ambruk Kita

Selamat Datang Di Pendidikan Network Indonesia

Pendidikan.Network ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi forum bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. [Informasi Langganan Baru] - Hits Pendidikan.Net Bulan Januari, 2010 - 2.011.039

Berita Pendidikan
Profile Pendidikan Dalam Berita
Link Khusus Untuk Bapak Presiden


"Kayaknya Indonesia Masih Menderita dari syndrome "Gargo Cult"
Re: "coba kita sebutkan kata "komputer" pada masyarakat dayak pedalaman.....reaksinya....heran, kaget dll"
(Pertanyaan dari Dery Disan Ramali)

Isu ini sangat menarik dan membuka beberapa pintu untuk diskusi.

Indonesia adalah negara yang mempunyai beberapa aset yang unik, salah satu adalah banyak suku dengan kebudayaan yang masih sangat berbeda dan akan sebagai aset masa depan yang akan sangat menguntungkan negara kita.

Bagaimana kita dapat memperkenalkan teknologi seperti komputer dan Internet supaya bermafaat tetapi tidak menghancurkan kebudayaan mereka? Ini adalah isu yang sangat-sangat penting, Sering Internet dapat merubah / menghilangkan kebudayaan seperti kolonialisme.

Pasti bisa, tetapi saya sangat kuartir bahwa SDM di bidang teknologi kita belum begitu mengerti isu-nya, apa lagi sudah menjalakan tahap-tahap yang diperlui sebelum membuka pintunya.

"Pintu kedua" adalah kita kelihatannya masih melihat teknologi dengan mata yang tidak jauh berbeda dengan masyarkat di Papua New Guinea dulu yang menjadi terkenal sebagai "Cargo Cult" di mana mereka melihat teknologi baru dan mereka langsung merasa itu kuncinya sukses orang asing. Contoh yang terkenal adalah pesawat terbang. Pertama kali mereka melihat pesawat mereka ingin mempunyai supaya dapat maju juga. Padahal mereka belum mempunyai landasan atau orang yang mampu membawa pesawatnya "dengan selamat".

Landasan Untuk Teknologi Canggih Di Sekolah-Sekolah Kita Bagaimana?
Hanya ada "Satu komputer untuk 2.000 siswa", "Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll","Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak sekolah yang rusak!

Siapa Pilotnya?
"Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemenDikNas, dinas pendidikan, hingga sekolah" (ICW) "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya." ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009).

Sebabnya mutu pendidikan di luar negeri adalah bermutu adalah karena guru-gurunya mampu melaksanakan pendidikan yang bermutu yang berbasis MBS dan PAKEM, bukan teknologinya. Teknologi canggih hanya adalah alat yang dapat digunakan atau tidak, mereka juga dapat melaksanakan pendidikan yang sangat bermutu tanpa teknologi canggih. Maupun teknologi sederhana sangat menstimulasikan kreativitas pelajarnya. http://teknologipendidikan.com/kebijakan-ict.html

Salam Teknologi Pendidikan
Phillip Rekdale



"Kopertis wilayah timur mencoba menginisiasi pilot Active Learning
for Higher Education
dengan pelatihan dengan anggaran APBN"

(Winastwan Gora Swajati)

Saran Webmaster.....
Naaa... Ini betul mempunyai potensi yang tanpa batas untuk meningkatkan mutu pendidikan di Perguruan Tinggi (PT) kita asal dilaksanakan secara efektif dan afektif.

Dalam search saya untuk informasi mengenai program ini saya baru melihat "Pengalamannya sebagai staf pengajar dan pernah juga di structural kampus University of Hongkong, keempat, perubahan paradigma baru dalam pembelajaran yang tidak lagi transfer of knowledge, tapi fasilitasi terhadap student active learning" "World Class University Are Not Build Overnight" (Dikti.Go.Id, February 2008).

Dengan informasi begini (yang adalah kunci perkembangan pendidikan di semua sektor) saya harus tanya mengapa prioritasnya pendidikan kita tahun 2010 masih mengarah ke isu informasi dan knowledge?

Ayo, mari kita membangun SDM Bermutu yang "Mampu Menggunakan Informasi dan Knowledge" yang adalah jauh lebih penting daripada "Transfer of Knowledge"!

Tetapi, mengapa membuat "Pilot Program" (Seperti Proyek Lagi) ?
Mengapa semua dosen tidak coba melaksanakan Pembelajaran Aktif secara langsung sesuai kemampuannya? Mereka mampu meningkatkan ilmunya sendiri kan?

Dasarnya......
Kalau anda melihat mahasiswa/i anda sedang "duduk manis terus" pasti ada masalah. Berarti mereka dalam pembelajaran yang Dosen-Centered atua LCD-Centered Learning (Pembelajaran Pasif), dan kebanayakan informasi yang disampaikan secara ini dapat ditulis dan di-photocopy, atau dikasih dalam file dan mereka dapat kerjakan di rumah, atau di perpustakaan.

Waktu di dalam kelas adalah kesempatan baik untuk kerjakan / melatih problem solving, dan membahas isu-isu terkait pembelajaran secara langsung dalam group-group. Kegiatan begini mendalami pembelarannya dan mereka dapat mengembangkan diri maupun kreativitasnya dalam prosesnya.

Phillip Rekdale

Info Lanjut...."Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar :: Pembelajaran Aktif"



"Penurunan Kelulusan UN Indikator Peningkatan Kejujuran"
(Prof Mungin Eddy Wibowo)

"Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan Prof Mungin Eddy Wibowo menilai penurunan tingkat kelulusan dalam Ujian Nasional 2010 menunjukkan peningkatan kejujuran dalam pelaksanaannya."

Sudah banyak sekali siswa-siswi sekarang yang mengakses Internet secara rutinitas dan program Pembelajaran Berbasis-ICT sudah berjalan beberapa tahun......
Apakah ini juga indikator bahwa kebijakan teknologi dan pendidikan tidak berhasil?


Info Lanjut....Teknologi dan Pendidikan



"Pendidikan tidak Mampu Bangun Ahlak Bangsa"
(Sri Sultan Hamengku Buwono X)

"YOGYAKARTA--MI: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia belum mampu membangun akhlak dan moral bangsa..... Ia mengatakan, sebuah negara akan mengalami kemajuan pesat apabila dibangun atas dasar akhlak dan moral yang benar, misalnya sikap disiplin pada peraturan yang telah ditetapkan."

Bagaimana mungkin pendidikan dapat bangun moral dan disiplin bangsa? Anak-anak belajar moral dan disiplin dari Keluarga, Lingkungan, dan oleh contoh dari Tokoh-Tokoh Masyarakat, bukan dari sekolah kan?

Anak-anak kita mencerminkan kita sendiri. Bagaimana Kejujuran, Moral, dan Disiplin kita? Ini yang perlu dibangunkan dulu, kan?

Bagaimana Kejujuran, Moral, dan Disiplin di Manajemen Pendidikan kita saja?

'Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemenDikNas, dinas pendidikan, hingga sekolah' (ICW) 'Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya.' ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009).


Ref: http://prioritas.pendidikan.net/



"Kita Kan Tetap Harus Berusaha Untuk Mengikuti Perkembangan Dunia"

Saya sangat setuju, tetapi masalahnya adalah kita tidak ikut "perkembangan dunia" dan itu sebabnya kita tetap tidak maju. Anak-anak kita mempunyai kemampuan besar, dan saya ingin melihat mereka mengambil tempat di dunia ini yang sesuai, bukan menjadi TKI yang tenaga buruh terus. Tetapi kita harus fokus kepada strategi-strategi "perkembangan dunia" yang benar dapat dilaksanakan dan mengembangkan kemampuannya - yang sudah terbukti!



Peduli Pendidikan?

Dalam Berita minggu ini kita dapat melihat bahwa beberapa perusahaan teknologi sebutkan bahwa mereka akan/sedang mendidik guru-guru mengenai cara menggunakan komputer dalam proses pembelajaran, mengapa? - Berapa persen guru kita mempunyai komputer? Berapa sekolah mempunyai cukup komputer untuk menggunakan komputer dalam pembelajaran? Untuk mengajar TIK (ICT) di semua sekolah saja masih jauh dari cukup komputer! (1 komputer untuk 2.000 siswa).

Padahal guru-guru di lapangan dapat mencapaikan pembelajaran yang lebih aktif dan sangat bermutu tanpa komputer (belum tentu yang dari perusahaan teknologi sendiri belajar dengan komputer waktu sekolah), tetapi guru-guru kita tidak dapat menyampaikan pendidikan bermutu "tanpa atap atau fasilitas dasar" kan?. Kalau Industri teknologi betul peduli pendidikan silakan membantu kita:

Meningkatkan semua sekolah yang rusak dan ambruk ke Standar Nasional yang lengkap dengan sarana/prasarana supaya aman, nyaman, dan kondusif untuk "semua pelajar" - "Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll","Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak sekolah yang rusak! Ref: http://Ambruk.Com

Mari kita mulai menghadapi prioritas-prioritas pendidikan di negara kita bersama. Kalau industri teknologi betul ingin membantu meningkatkan mutu pendidikan mohon membantu dengan isu-isu yang betul penting.



Apakah Kebijakan terhadap TIK (ICT) di Sekolah
Mengancam Perkembangan Pendidikan?

(Pendidikan & TIK (ICT))

Internet Masuk Sekolah - Mengapa?


E-Learning Dapat Membunuh Kreativitas!

E-Book - Mengapa Mencari Solusi Sulit?

Mobile E-Learning Will Go Away :
M-Learning?


Kuliah Bersama di Widya Telewicara - Aduh!
Internet Belum Dimanfaatkan Secara Positif Oleh Pelajar! (2010)

Teknologi Sekarang Membuat Beberapa Ancaman Baru Terhadap "Anak-Anak Bangsa Yang Cerdas

Apakah Rencana Jardiknas Masuk Akal?


Is The Role Of High-Tech In Learning Significant?

[ "Padahal Ada Banyak Isu Lain Yang Jauh Lebih Penting" ]

[ Teknologi Terbaik Apa? Informasi Lengkap Di Sini ]



What is different this time?

We need to ask:

  • How many teachers are there in Indonesia?
  • How many times have we heard all this before?
  • Why have previous large-scale attempts failed?
  • Why might this attempt also fail?
  • What is different this time?

    Please Read (Membaca Di Sini)





"Internet Belum Dimanfaatkan Secara Positif Oleh Pelajar"
(Prof. DR. Nurtain)

"PADANG--MI: Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. DR. Nurtain mengatakan kini banyak pelajar dan mahasiswa yang tidak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi internet untuk hal-hal positif namun lebih cenderung hanya untuk menghabiskan waktu dan hal yang tidak bermanfaat."

Prof. DR. Nurtain - Salut
Semoga kita dapat mulai menggunakan anggaran pendidikan kita untuk hal yang penting, seperti melatih guru-guru di lapangan mengenai caranya menggunakan "Teknologi Yang Tepat Guna"

Semoga Sukses!

Kelihatannya kita sudah mulai sadar!
Internet Masuk Sekolah - Mengapa?

"Pendidikan Kunci Utama Kemajuan Bangsa"
(Wakil Presiden Boediono)

"SEMARANG--MI: Wakil Presiden Boediono mengingatkan bahwa bangsa yang maju dan berkesinambungan adalah bangsa yang mengandalkan sumber daya manusia. Pendidikan adalah kunci utama yang harus disiapkan."

Dan Memberantaskan Korupsi (Maupun SDM Yang Bermutu) Di Manajemen Pendidikan Adalah Kunci Utama Untuk Kemajuan Pendidikan, kan?

"Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)

"Pernyataan SBY Bukan untuk Pendidikan"
(Tim Advokasi Korban Ujian Nasional)

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan bahwa pelaksanaan UN tidak akan melanggar keputusan Mahkamah Agung (MA)." "Pernyataan Presiden lebih kepada pernyataan politik, bukan untuk pendidikan nasional dan masa depan anak-anak didik. Menurut Presiden, hal itu karena UN dilaksanakan dengan penyempurnaan dan persiapan, serta penggodokan yang sungguh-sungguh. Ini hanya membuktikan kalau pemerintah, baik itu Mendiknas maupun Presiden, hanya mencari-cari dalil dan legitimasi bahwa UN tidak bertentangan dengan putusan MA, ujar Isnur"

"Mendiknas: Hasil UN untuk Intervensi Perbaikan Sekolah!"
(Mendiknas & Fasli Jalal)
Apakah Data Yang Sudah Ada Tidak Kelebihan?

JAKARTA, KOMPAS.com ó "Hasil Ujian Nasional 2010 akan benar-benar serius dimanfaatkan sebagai pemetaan pendidikan. Karena itu, evaluasi UN bukan hanya untuk menentukan kelulusan siswa, melainkan juga sebagai dasar bagi pemerintah untuk mengintervensi perbaikan layanan pendidikan di sekolah-sekolah."

Apakah:

Kelihatannya kurang data bukan masalahnya.....
Kelihatannya kurang menggunakan data yang ada sebagai masalah utama, kan?

Misalnya: "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)
"Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW)

Kelihatannya makin lama makin banyak sekolah yang rusak!

"18.000 Sekolah Telah Tersambung Jardiknas"
(Sekretaris Jenderal KemenDikNas Doddy Nandika)
Apakah Rencana Jardiknas Masuk Akal?

"Dodi menambahkan, di daerah-daerah terpencil infrastruktur-infrastruktur dasar tersebut masih banyak yang belum tersedia. Padahal, total sekolah yang ada di Indonesia mencapai sekitar 300.000 unit dari jenjang dasar sampai atas."

Setelah 3 tahun baru 18.000 dari 300.000 sekolah sambung ke Jardiknas. Muapun target utama "daerah-daerah terpencil...masih banyak yang belum tersedia". Tahun berapa Jardiknas akan siap menjadi salah satu strategi pendidikan nasional? Biayanya sampai sekarang berapa?

  • Hasil penelitian yang membuktikan bahwa Jardiknas dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah di mana? Mutu dan Jumlah bahannya bagaimana?

  • Dari 18.000 sekolah itu, berapa sekolah mempunyai rasio lebih dari 1 komputer untuk 20 siswa? Soalnya rasio 1:20 (sekarang 1:2000) adalah target KemenDikNas untuk tahun 2015 dan ini hanya cukup untuk mengajar Mata Pelajaran TIK (paling 2 sampai 4 jam seminggu, kan?). Berarti sekolah-sekolah akan perlu jauh lebih banyak komputer dari 1:20 kalau ingin menggunakan komputer untuk mata pelajaran yang lain, kan?

  • Siapa yang bertangungjawab untuk pemiliharaan komputer-komputer sebanyak ini, KemenDikNas? Banyak sekolah di "daerah-daerah terpencil" sedang kurang anggaran untuk memperbaiki papan tulis atau dindingnya, kan?

Apakah Rencana Jardiknas Masuk Akal?

Padahal
, Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll.

"Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak yang rusak!


Kapan kita akan menghadapi isu-isu yang terbukti meningkatkan mutu pendidikan? Pendidikan Yang Terbaik Masih Adalah: Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM (Pembelajaran Kontekstual). ("Mampu" termasuk Kreatif)

"Ujian Nasional Tetap akan Diberlakukan"
(Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh)

"Ia juga mengatakan bahwa program 100 hari dirinya sebagai Mendiknas akan lebih fokus pada perampungan program sambungan internet untuk 17.500 sekolah di Indonesia. Program itu akan menjangkau semua tingkatan sekolah mulai sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA)"

Di mana buktinya bahwa Internet akan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah?
Sebetulnya ada banyak isu dengan anak sekolah mengakses Internet, kan?
Prioritas siapa ini? Paling menguntungkan siapa?

Padahal.... Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll, dan Korupsi Terjadi di Semua Level Penyelenggara Pendidikan, dan UN Tidak Ciptakan Proses Belajar Kreatif, dan kita perlu Setop Kurikulum Merugikan Siswa, juga 70% Lulusan SMA Tanpa Keterampilan Cari Kerja, dan Kemampuan Guru Harus Ditingkatkan (Secara Efektif), dan Ribuan Anak Cacat Usia Sekolah Belum Terlayani, dan Pendidikan Berkualitas Hanya untuk Orang Berduit, dan .........

PASTI KORUPSI DI BIDANG PENDIDIKAN HARUS MENJADI PRIORITAS UTAMA KAN? "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)
Bagaimana program meningkatkan mutu pendidikan yang mana saja dapat berhasil selama korupsi di bidang pendidikan tetap begini?

Seputar Berita Pendidikan
[ Halaman 1 ] [ Halaman 2 ] [ Halaman 3 ]

[ HOME ]


Jurnal Pendidikan Network



 Pendidikan Kelas Dunia
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 E-MajalaH InfoTek Online
  
E-MajalaH Online

  
 Website / Kegiatan Kami
  
Sains.TV

TV Pendidikan

E-Pemerintah - Menuju E-Government



Mad Scientist

Mencari Lowongan
Memasang Lowongan Kerja



Mencari Beasiswa
Meminta Bantuan Beasiswa
Membantu dengan Beasiswa

Sekolah Internasional
Sekolah Nasional Plus

Membaca - Mengirim Saran

  
 Poll Kurikulum
  
Mutu Kurikulum / Silabus Disebut Sebagai Hal Utama Bagi Pendidikan (Poll terakhir). Masalahnya Apa?
Terlalu Padat
Kurang Keterampilan
Kurang Teknologi
Sulit Dilaksanakan
Sering Dirubah

View Results
Other Poll

Votes: 2284

  
 Lowongan Pendidikan
  



  
 Saran Masalah Kurikulum
  

Membaca/Mengirim Saran

  
 Poll Pornografi & Sekolah
  
Sampaikan Saran Anda

  
 International Education
  

Enter University



  
 Pojok - Pojok Kita
  
Pojok SiswaPojok Guru
Pojok KepsekPojok TU


  
 Kegiatan & Aktivitas
  
Ikut Kegiatan Kami

  
 Seorang Aktivis HAM
  


Selamat Jalan Pak Munir!