Perkumpulan Semua Sektor Pendidikan

"Revolusi Seks Bangku Sekolah"
(www.Gatra.Com)

RE: Revolusi Seks Bangku Sekolah - (Forum Pendidikan)
Dikirim ke Pendidikan Forum oleh Agus Cahyono

Halo Pak Agus,

Terima kasih atas kontribusi anda.

Mohon membaca beberapa saran sebelumnya, memang topiknya menarik.

RE: "Revolusi seks yang mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada akhir 1960-an seolah sudah merambah ke sini, melalui peranti teknologi informasi, dan sarana hiburan yang makin canggih. Bintang-bintang porno film biru Amerika kini dengan gampang bisa dinikmati melalui alat pemutar VCD dan DVD." (Ref. "Revolusi Seks Bangku Sekolah")

Maksudnya, tidak ada seks bebas di Indonesia sebelum 1960-an?

Sangat menarik!

Saya sendiri hanya baru kenal "artinya seks bebas" di Indonesia tahun 80-an. Di luar negeri belum begitu bebas pada waktu itu
. (Ref. Message 2320 - Diskusi Sebelumnya)

RE: "Revolusi Seks Bangku Sekolah"

Maaf, tetapi satu kasus tidak dapat disebut "Revolusi".

Bagaimana dengan kelakuan generasi-generasi orangtua-nya, sebenarnya?


Menurut saya, ini masih hanya sebagai kasus mengenai beberapa anak nakal, dan manajemen sekolah tertentu yang kurang bagus. Bukan revolusi.

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!

Phillip R. (Ref. Forum Pendidikan)




Salam. Saya mau ikut nimbrung nih Pak Phillip.
Saya sepaham dengan pernyataan (pertanyaan?) anda bahwa, apa betul tidak ada seks bebas di Indonesia sebelum tahun 1960-an ? Atau apakah sebelum tahun 80-an tidak/sedikit terjadi praktek seks bebas ? Rasanya saya yang lahir, besar dan tinggal di Jakarta sampai hari ini terpaksa harus bilang bahwa itu TIDAK BENAR.

Seorang bekas atasan saya 13 tahun yang lalu bercerita bahwa bagaimana bebasnya ia dan teman2nya mempraktekkan seks bebas ketika masih SMA di Kebayoran Baru (sekitar tahun 1957 - 59), lalu diceritakannya pada saya bahwa ibu A yg sekarang jadi isteri pejabat, ibu B yang sekarang jadi Dirjen anu, dan ibu C yang sekarang suaminya konglomerat kaya, adalah beberapa diantara yang terlibat dalam praktek tesebut. Lalu apakah cuma grup atasan saya tersebut yg berbuat demikian ? Ternyata nggak tuh. Banyak teman2 beliau dari kelompok2 lain yang sdh melakukan hal yg sama. Dan pada saat beliau cerita pada saya (tahun 1992) rata2 teman2 wanita beliau tersebut sudah hidup mapan dan normal bahkan dihormati oleh masyarakat.

Tahun 1973, saya masih duduk di kelas II SMP. Suatu hari ketika jam istirahat kami kaget ketika membuka pintu kelas, ada seorang murid wanita kelas III sedang diraba-raba seluruh tubuhnya oleh 3 atau 4 orang teman prianya, si perempuan kelihatan tidak keberatan diperlakukan demikian dan ia sdh separuh telanjang, semuanya kaget ketika pintu terbuka. Kami berdua langsung berlari keluar dan setelah itu murid2 kelas III mengancam kami untuk tidak cerita. Ketika sharing dengan teman2 dari SMP lain, ternyata kejadian semacam itu sdh sering mereka ketahui di sekolah mereka.

Tahun 1977, salah seorang teman sekelas saya (pada waktu itu saya kls II SMA) mengaku pada kami bahwa ia telah menghamili pacarnya yang masih duduk di kelas II SMP (sekarang bangunan SMP nya sdh digusur di belakang Pasar Blok M). Tentu saja kami kaget, oleh karena pacarnya tersebut sangat akrab dengan kami semua dan kami menganggapnya sebagai perempuan baik-baik. Alhasil, teman saya dan pacarnya tersebut berhenti sekolah. 9 tahun kemudian saya bertemu dengan si perempuan dan anaknya sudah besar. Pada masa itu, seks bebas sudah merupakan menu utama dalam pergaulan di banyak SMA di Jakarta, sampai2 ketika saya kelas III SMA hampir sepertiga teman sekelas menderita Sipilis atau Rajasinga. Bagaimana dgn foto2 porno ? Wah, sejak kelas II SMA kami telah menikmati foto2 begituan oleh karena ada salah satu teman pindahan dari SMA lain yg membawa banyak sekali foto teman2nya sedang mempraktekkan seks bebas dan semuanya murid SMA.

Jadi menurut saya, janganlah berlagak lugu mengatakan bahwa seks bebas tidak ada/tidak banyak terjadi dimasa lalu. Bahwa adanya transfer budaya atau teknologi dari luar, itu kan hanya sebagai mediator untuk mempercepat atau memperbanyak munculnya praktek2 semacam itu. Benar sekali dugaan Pak Phillip bahwa generasi orang tuanya, bahkan kakek neneknya pun juga telah melakukan hal yang sama.

Salam,

Chandra (Ref. Forum Pendidikan)




Halo R Chandra dan Teman-Teman Yth,

Terima kasih atas saran dan cerita anda.

Sangat menarik dan informatif. Saya selalu sedih mendengar generasi-generasi kita menjelekkan generasi muda, mereka adalah harapan kita untuk masa yang akan datang.

Walapun saya tidak mendukung kelakuan mereka di kasus ini, kita harus jujur dan juga menjaga mereka dari sebagian masyarakat kecil yang mau menggunakan kejadian kemarin di Cianjur untuk politikal atau tujuan-tujuan lain.

Kalau kita ingin maju kita harus mulai dari kejujuran.

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!

Phillip R. (Ref. Forum Pendidikan)




ronis juga jika flash back pada era 70-an, ternyata bukan hanya ada dijaman sekarang saja anak2 muda yang masih berseragam sekolah bisa melakukan hal2 yang seperti itu.

saya sebagai generasi muda, akan merasa malu jika ada teman2 saya yang melakukan hal2 seperti itu dikelas.

bahkan saya punya sedikit cerita sewaktu 2th yang lalu sewaktu saya kelas 3 SMK (SMEA), teman dekat saya sewaktu melakukan kegiatan praktek diluar sekolah, terjadi pemekorsaan terhadap dirinya. dan apa yang terjadi selanjutnya 2 bulan kemudian setelah kejadian itu. dia dengan buta mata melakukan hal tidak seharusnya dia lakukan yaitu gantung diri. karena dia merasa malu. dan dia juga tidak berbangga hati.

saya rasa bukan hanya kejujuran saja yang kita butuhkan untuk maju, tapi pendalaman ilmu agama juga harus benar2 diterapkan dan bukan hanya disekolah saja, dirumah pun juga HARUS mendapat ilmu agama,dan ilmu agama itu bisa dimana2 kapanpun bisa terlaksana. oleh karena itu orangtua yang ingin mendidik anak2nya biar nanti kelak akan menjadi re-generasi yang akan datang, berikanlah pondasi nomor satu yaitu pendidikan agama.

perbuatan baik atau buruk seseorang itu bukan berasal dari akhir peristiwa, justru perbuatan tersebut bermulai dari awal peristiwa.

maaf jika kata2 ini kurang ada yang berkenan di hati semua member jika ada kelebihan itu bukannya datang dari saya tapi hanya dari ALLAH SWT semata, dan jika ada kekurangan itu pasti datangnya dari saya. karena manusia tidak luput dari kelalaian.

terima kasih

Muhammad Ilham Nawawi (Ref. Forum Pendidikan)




Halo Muhammad Yth,

Terima kasi atas kontribusi anda.

RE: "Kalau kita ingin maju kita harus mulai dari kejujuran."

Saya hanya bilang bahwa kita harus "mulai" dari kejujuran, bukan itu solusi total.

Kita harus melihat keadaan sekarang, keadaan dulu, dan keinginan kita terhadap masa depan, dengan kejujuran. Juga, solusi yang berhasil dan yang tidak. Tadi kita membahas topik "seks bebas mulai kapan". Tetapi, dari yang saya membaca mengenai keadaan Zaman Kerajaan, Rajanya punya baaaanyak isteri dan juga banyak "kegiatan" di luar penikahan. Kalau kita omong mengenai seks bebas, mungkin ini waktu yang paling bebas, sebenarnya.
Apakah, kita mau balik ke zaman dulu? Kita harus tahu tujuan kita dengan jelas.

RE: "re-generasi yang akan datang, berikanlah pondasi nomor satu yaitu pendidikan agama."

Memang semua agama baik. Tetapi, yang saya melihat di Indonesia, biasanya anak-anak di sini dididik agama sejak lahir, maksudnya mau tambah apa? Kita harus tahu.

Sebetulnya, kelakuan "baik" atau "tidak baik" tidak dapat di-program seperti komputer. Enak kalau begitu, tetapi anak kita tidak akan sebagai manusia lagi kalau begitu. Akhirnya, anak-anak kita akan membuat keputasan sendiri. Bahayanya kalau kita hanya melawan dan bilang "tidak boleh", mungkin mereka pada satu saat (misalnya kalau lagi marah) "rebel" dan baru kita punya masalah.

Pendidikan terhadap seks sudah mulai dari waktu anak-anak kita baru dapat paham sikap kita (keluarganya) terhadap seks. kalau kita tertutup, mereka akan belajar apa? Nol?

Kalau begini, mereka biasanya belajar dari teman-teman yang sering membahas seks secara tidak sehat, karena mereka sendiri juga kurang tahu
.

Opini saya adalah, anak-anak kita akan membuat keputasan yang terbaik dengan informasi yang paling lengkap. Termasuk enaknya dan paitnya, resikonya dan pertanggungjawabnya.

Tetapi kalau mereka hidup di dalam lingkungan yang bilang "jangan", tetapi mereka melihat kelakuan lingkungannya lain dari ini, mereka pasti akan bingung. Ini sebabnya kita harus mengerti keadaan sekarang di lingkungaan mereka.

Jadi, hal-hal terkait dengaan seks memang perlu dibahas supaya mereka dapat melihat lebih jauh dari lingkungan sendiri dan membuat keputasan yang terbaik, dari informasi yang lengkap.

Misalnya, saya sering membaca cerita tentang bapak yang memperkosa anak kandung dan anak tiri sendiri. Bagaimana sikap anak-anak di keluarga seperti ini. Atau, bapaknya ketahuan main cewek di luar penikahan. Informasi mengenai semua kejadian dan keadaan di lingkungaan perlu dibahas secara terbuka. Kalau tidak, dan mereka berada di dalam keadaan begini pasti bingung, atau mulai tidak percaya siapapun.

Biar mereka belajar mengenai semua hal-hal begini dari orangtua, atau dari sekolah, atau dari tokoh agama (yang sudah ikut latihan khursus), baik. Tetapi tanpa informasi yang lengkap, bagaimana anak kita dapat membuat keputasan yang baik.

Ini adalah dasarnya pendidikan, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak kita supaya mereka melakukan yang sebaik mungkin di dalam segala situasi.

Salam Hormat dan Selamat Berjuang!

Phillip R. (Ref. Forum Pendidikan)




Bekas Penjahat Insyaf

Pak Phillip yth, kalau diperhatikan, masalah seks (bebas) di masyarakat kita ini seperti fenomena bekas penjahat/preman insyaf ya ? Dulu orang tuanya melakukan perilaku seks bebas tetapi ketika sudah punya anak tak mau anaknya berperilaku seperti mereka. Sah-sah aja sebenarnya, cuma rasanya masyarakat kita barangkali kebingungan bagaimana menghindari anak-anaknya terjerumus dalam perilaku demikian, termasuk saya juga lho. Oleh karena hal ini dianggap karena kebobrokan moral, maka ditudinglah kurangnya belajar agama sebagai penyebabnya. Bicara mengenai agama, saya punya banyak info yang menyatakan bahwa di kalangan pesantren pun dari dulu sudah sering terjadi praktek seks bebas (mohon maaf, saya sendiri sudah 10 tahun ngaji di berbagai pesantren). Jadi, belajar agama yang seperti yang apa sih yang dimaksud agar terhindar dari perilaku seks bebas ?

Salam,

Chandra (Ref. Forum Pendidikan)


Kejujuran kita adalah contoh yang paling baik buat anak-anak kita. Kalau mereka menganggap kita (orangtua mereka) adalah jujur dan terbuka, dan sebagai "teman mereka", kita dapat sangat membantu mereka melakukan yang terbaik.


RE: Saran pembaca di Gatra.Com - terhadap "Revolusi Seks Bangku Sekolah"
"HUkum yang Lemah (zrangkuti, 01/12/2005 10:44)
......coba aja sekali kali kita terapkan dari perbuatan mereka digunakan hukum islam, saya rasa pasti jera"


Apakah, "Hukum Islam" adalah Solusinya?

Bagaimana di negara yang "menggunakan Hukum Islam"?

Bagaimana dengan Perempuan?
"Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bidang Kesejahteraan Rakyat Muhaimin Iskandar mendesak pemerintah untuk menghentikan secara total pengiriman TKI ke wilayah Timur Tengah, menyusul maraknya kasus kekerasan fisik dan seksual yang menimpa TKW."
(Ref. Kompas Rabu, 22 Oktober 2003)

"Jurnal Perempuan Online-Jakarta, Korban kekerasan dan perkosaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Saudi Arabia yang dipulangkan ke Indonesia, sampai hari ini (16/10/2003) masih mengalami trauma akibat perkosaan yang dialaminya. Hal ini dialami oleh Anna, 18 thn (bukan nama sebenarnya) yang terbaring di ruang perawatan intensif Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Polri - Jakarta Timur."

Bagaimana kalau Gay? (Human Rights News 22/11/2005)
Iran: Two More Executions for Homosexual Conduct
"On Sunday, November 13, ... the Iranian government publicly hung two men, Mokhtar N. (24 years old) and Ali A. (25 years old). The government reportedly executed the two men for the crime of "lavat".
Iranís shari`a-based penal code..." Kalau Gay... Digantung sampai mati...

Bagaimana dengan Prostitusi? (Kompas Senin, 02 Juni 2003)
"Menurut menteri yang melaporkan hal ini kepada presiden, jumlah buruh migran perempuan Indonesia yang terlibat praktik prostitusi di Arab Saudi berjumlah ribuan orang." (Ini orang Indonesia saja)

Kapan Kita Akan Peduli?

"Kejam, Korban Perkosaan Justru Dipenjara"
"Meski berada di penjara, Nur melewati hari-harinya dengan cukup terhibur dan penuh kesibukan karena kehadiran Rani. Suasana berubah ketika hari pelaksanaan hukuman cambuk tiba. Sesuai aturan hukum di Saudi, mereka yang terjerat kasus perkosaan dikenai hukuman cambuk dengan rotan. Dan untuk kasus Nur, dia terancam 2.000 kali cambukan yang mesti dicicil selama 2 tahun. (Sumber Kompas.Com November 24, 2008)"

Bagaimana Keadaan Di Kuwait

"TKW Kuwait Disetrum di Penampungan Ashkanani"
"Ria mengalami cidera dii matanya dan patah kakinya oleh majikannya disetrum di penampungan Ashkanani.

Bukan hanya itu saja, TKW lain juga diperkosa di sana, kata Ria di pertemuan Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) Rusjdi Basalamah, Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) Yunus M Yamani, Ketua Bida Organisasi Indonesia Employment Agencies Asociation (Idea) Aminullah dan dihadiri Konsul I KBRI Kuwait dan 339 TKW di musholla KBRI Kuwait, Senin (23/3)." (Sumber: Media Indonesia Online March 24, 2009)

RENUNGAN

Seperti saya sudah bilang, tujuan semua agama adalah baik, dan waktu saya lagi mencari informasi mengenai topik tersebut di atas di Internet saya terus terang kaget sekali, banyak sekali kasus begini terjadi. Saya sambil membaca merasa bingung! Yang membuat saya bingung adalah mengapa kita diam saja? Mengapa kita masih mengirim perempuan ke negara begini? Mengapa Indonesia, yang sangat rasional dibanding dengan negara tersebut, tidak protes kalau laki-laki Islam gay digantung? (Bukankah orang gay di Indonesia termasuk salah satu yang kreatif dan produktif?).

Apakah HAM di Indonesia juga akan mengikuti
jejak Pak Munir di pesawat?


Mohon di renungkan kembali!


Ayo, mari kita berusaha bersama "untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak kita supaya mereka melakukan yang sebaik mungkin di dalam segala situasi."

Solusinya adalah Pendidikan!


* Hal-Hal Akademik Terkait *




Pendidikan Network Salutes Tati Krisnawaty - Perjuang Luar Biasa!

Informasi Lanjut


HelpLine Pendidikan Network - Bantuan Perempuan Krisis

Kami mencari Counselor di Kota dan di Daerah (Perempuan)

HOME