 |
|
 |
|
|
| Mutu Pendidikan Disebut Sebagai Hal Utama Bagi Pendidikan (Poll Kemarin). Bagian Yang Mana? |
| Kurikulum / Silabus | 30.85 % (649) | | Jumlah Mata Pelajaran | 2.90 % (61) | | Kualitas Guru | 26.57 % (559) | | Sarana/Prasarana/Peraga | 10.60 % (223) | | Teknik Belajar/Mengajar | 25.33 % (533) |
|
| Total Votes: 2104 |
|
|
| Poll Comments |
Reply To Poll |
|
The comments are owned by the poster. We are not responsible for its content. Show comments mode: nested
|
Menulis Saran (score: 0) by: Anonymous on: Saturday, May 05, 2007 10:31:33
|
Silahkan menulis saran anda di sini.
Kalau anda merasa hal lain lebih penting mohon sebutkan di sini.
|
Reply
|
Moral juga termasuk kwalitas guru (score: 0) by: Anonymous on: Tuesday, May 15, 2007 23:25:34
|
| kwalitas guru banyak kriterianya, dari latar belakang pendidikan, pengetahuan, pengalaman, bisa mengajar, dan bisa mendidik. Bisa mengajar tapi gak bisa mendidik, itu yang berbahaya. Guru hrs bisa mendidik. Mendidik muridnya supaya berbuat baik, sopan, patuh terhadap aturan (norma, adat, hukum dll), santun, bersusila, menyayangi sesama, dan beretika dan estetika. "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Makanya guru harus bisa memberikan contoh yang baik. Bila guru bermoral, insya Allah anak didik kita memiliki moral yang baik pula. Jadi moral baik juga dapat disebut sebagai kwalitas guru.
|
Reply
|
Moral juga termasuk kwalitas guru (score: 0) by: Anonymous on: Thursday, May 24, 2007 02:02:18
|
guru yang bermoral atau berkepribadian adalah menjadi hal yang wajib dimiliki. hal ini karena peran guru yang nantinya membangun watak, kepribadian dan intelektual siswa. kalau orang jawa bilang guru adalah sosok yang digugu dan di tiru, kalimat ini menggambarkan betapa sosok pribadi guru yang sangat ideal, yang nantinya menjadi panutan bagi orang yang diajarkannya. tentunya kepribadian yang dimiliki haruslah mengikuti norma agama dan kebudayaan yang ada.
|
Reply
|
Menulis Saran (score: 0) by: Anonymous on: Thursday, May 24, 2007 02:10:10
|
Kualitas Guru menjadi perhatian, karena dari kualitas / mutu yang baik akan lahir murid2 yang baik; Guru bagian dari pembentukan seorang anak menjadi seorang manusia, apakah menjadi orang yang berarti atau tidak.
Kualitas Guru, karena Ia yang bertemu dengan anak2 secara pribadi perpribadi dikelas. Utamannya untuk pendidikan dari playgroup sampai SMU/SMK..
Biar bagaimanapun Guru selalu ideal dimata murid.
Memang berat tugas seorang Guru, Ia sebagai teladan yang "berjalan", dinilai oleh semua.
Baik dari tingkatan Play group sam
|
Reply
|
Menulis Saran (score: 0) by: Anonymous on: Monday, June 11, 2007 04:54:31
|
| apakah benar guru honor di sd pada tahun 2009 akan di ankat sebagai pns
|
Reply
|
Menulis Saran (score: 0) by: Anonymous on: Thursday, August 30, 2007 05:12:41
|
| iya, memang betul guru itu yang di contoh, di gugu dan ditiru juga sebagai teladan sebagai gantinya orang tua di rumah. andaikan saja seorang guru tidak mempunyai kualitas yang baik dalam mengajar (for example : akhlak, sikap, cara berbicara dan lain-lain) apalah, jadinya anak didik tersebut. Jadi, untuk menjadi seorang guru itu tidaklah mudah dibutuhkan kesabaran, dapat memahami dan mengerti kejiwaan anak didiknya.
|
Reply
|
Menulis Saran (score: 0) by: Anonymous on: Monday, September 17, 2007 00:33:25
|
| menurut saya banyak guru yng pilih kasih
|
Reply
|
Menulis Saran (score: 0) by: Anonymous on: Friday, May 25, 2007 04:15:25
|
Kualifikasi guru sangat diperlukan untuk menunjang pengembangan kompetensi akademik guru. guru cenderug malas untuk meningkatkan pengetahuan bila sudah melaksanakan proses pembelajaran.antara lain disebabkan alasan keluarga, dana dan kesempatan.
|
Reply
|
guru bukan malaikat (score: 0) by: Anonymous on: Thursday, July 19, 2007 08:56:26
|
| bgm pendidikan mau maju kalau anggaran minim, sarana amburadul, kesra guru kecil/gaji guru 4a kalah sama gaji polisi gol 2a, menteri pendidikan bodoh/ngeyelan. guru bukan malaikat!!!
|
Reply
|
guru bukan malaikat (score: 0) by: Anonymous on: Wednesday, September 19, 2007 02:24:59
|
| memang betul, guru bukan malaikat jika kita berpikir materialistis. Ingin kaya dengan jadi guru itu nonsens. Maka niat kita harus diperbaiki:guru jangan ingin kaya, tapi menciptakan orang kaya. Guru jangan ingin dihormati, tapi menciptakan orang-orang terhormat.Setuju tidak setuju silakan komentar dan renungkan
|
Reply
|
guru bukan malaikat (score: 0) by: Anonymous on: Wednesday, December 05, 2007 04:52:12
|
| Coba anda pahami judul tsb.guru juga manusia sama seperti manusia lainnya yang membutuhkan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Berpikirlah realistis adakah orang yang hanya berpikir akan kebutuhan orang lain tanpa memikirkan kebutuhannya? Amati kehidupan guru-guru Indonesia yang hanya mengandalkan dari profesi guru tsb. lalu analisa baru anda membuat komentar agar tidak asal omong.
|
Reply
|
Learning by Doing. (score: 0) by: Anonymous on: Tuesday, October 09, 2007 07:42:51
|
| Sebenarnya, guru juga manusia, tak lepas dari segala kekurangan. Hanya saja, sistem kita sangat mensentralkan peran guru. Padahal banyak faktor kompleks lain yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Dari kurikulum, sampai teaching and learning processnya. Kurikulum di Indonesia sangat sentral sekali, sampai mencampur adukkan semua bahan yang mereka anggap penting, sehingga melupakan perspektif siswanya sendiri, apa yang menarik minat untuk mereka. Alhasil, kreatifitas dan daya analisis rata-rata orang Indonesia terbatas, karena dijejali kurikulum yang berjubel.
|
Reply
|
Learning by Doing. (score: 0) by: Anonymous on: Friday, October 26, 2007 00:17:31
|
| Peran guru di Indonesia sangat sentral Sehingga semua materi pembelajaran hanya tertuju pada guru. Murid hanya mendengar dan melakukan semua yang diperintahkan guru. Jadi murid-murid di Indonesia adalah korban empirisme. Yang dari SD hanya belajar teori-teori saja sehingga tidak mengembangkan daya kreatifitas murid tersebut. Seharusnya Indonesia belajar dari Malaysia yang sekarang sudah jauh lebih maju dibanding Indonesia. Kita bisa menerapkan sistem pendidikan Eropa yang lebih menomorsatukan diskusi dan lebih sering melakukan praktek-praktek sehingga mereka lebih kreatif. Indonesia bisa memperbaiki sistem pendidikannya asal ada kesadaran dari semua pihak akan pentingnya pendidikan.
|
Reply
|
kurikulum (score: 0) by: Anonymous on: Tuesday, November 20, 2007 03:59:23
|
saya mahasiswa manajemen pendidikan UNJ,,kurikulum merupakan bagian utama!! mengapa
kurikulum merupakan usaha secara sadar dan terarah dari lemaga institusional_sekolah red guna mecapai tujuan pendidikan,,nah sementara ini KTSP sudah memberikan keleleluasan pada sekolah untuk memodfikasi kurikulum sesuai kondisi SDA,SDM yang ada di wilayah masing2..
selain itu kurikulum juga memberikan wewenang untuk me-manage sarana, keuangan,tenaga pendidik,peserta didik, guna terciptanya lulusan yang memiliki kompetensi.
|
Reply
|
Menulis Saran (score: 0) by: Anonymous on: Monday, November 26, 2007 19:45:33
|
Menurut saya memang banyak faktor yang menentukan mutu pendidikan suatu bangsa, namun yang tidak boleh dikesampingkan adalah bagaimana peran guru dalam kelas. Dalam hal ini proses pembelajaran sangat menentukan keberhasilan siswa, siswa berhasil merupakan salah satu indikator keberhasilan guru, dan pendidikan keseluruhan secara nasional.
Peran guru sangat sentral sehingga dari sisnilah seharusnya mulai pembenahan pendidikan kita secara kongkrit dilakaukan. Maka dari itu perlu gugu-guru yang memang benar-benar kompeten dalam bidangnya. Hal ini ditunjang oleh adanya kesempatan mengembangkan diri, sarana dan prasarana, kurikulum, tingkat kesejahteraan, atmosfer dunia pendidikan, dukungan berbagai pihak, penghargaan guru dalam masyarakat, serta berbagai hal lainnya yang melingkupi dunia pendidikan kita. Saatnya kita guru harus menunjukkan usaha yang terbaik dalam mendidik bangsa ini. Selamat bekerja guru indonesia. Tuhan memberkati kita semua
|
Reply
|
Menulis Saran (score: 0) by: Anonymous on: Monday, November 26, 2007 20:46:39
|
| Guru pada dasarnya sangat penting dalam suatu sistem pendidikan. Bagimana baik kurikulumnya tapi person dari guru tidak menunjang, maka keberhasilan pendidikan tidak bisa optimal. Kita lihat selama ini seseorang yang ingin menjadi guru bukan berlatar belakang dari pendidikan guru, artinya mereka hanya sebagai pelampiasan sesaat untuk menggapai cita-cita menjadi seorang pegawai. Seseorang yang pandai belum tentu dapat mentransfer ilmu yang dimilikinya kepada orang lain (anak didik), kalau tidak ditunjang ilmu pendidikan (pedagogik)
|
Reply
|
pemerintah (score: 0) by: Anonymous on: Wednesday, December 12, 2007 02:55:27
|
| sebagai pengambil kebijakan pemerintah seharusnya memberikan perhatian yang sungguh sungguh terhadap guru senagaim pahlawan tanda jasa. janagan hanya janji janji saja. kalau ingin mutu pendidikan lebih maju lagi
|
Reply
|
calon mendiknas masa depan (score: 0) by: Anonymous on: Monday, May 07, 2007 06:14:33
|
| saya kira jika kita ingin memajukan sebuah pendidikan adalah dengan memperbaiki kualitas guru atau tenaga pengajar. Karena walaupun sebagus apa pun kurikulum tersebut, banyaknya pelajaran, fasilitas yang digunakan akan tetapi jika guru sebagai seorang panutan dan teladan tidak berkualitas itu sama saja bohong. Karena jika guru tersebut tidak berkualitas dia tidak bisa memaksimalkan fasilitas-fasilitas, kemudian juga kurikulum pun tidak berjalan maksimal. Dan yang paling penting adalah moral anak bangsa turun. Hal ini terjadi karena guru tidak dapat memberikan teladan bagaimana seorang siswa dapat datang tepat waktu?Jika gurunya saja datang atau masuk kelas jam 7 lebih 5-10 menit. Secara langsung maupun tidak langsung itu akan mempengaruhi sikap siswa."GURU KENCING BERDIRI MURID KENCING BERLARI" sehingga jika Anda ingin memajukan pendidikan, didiklah siswa dengan keteladanan. Kadang saya juga berp[ikir guru-guru di Indonesia munafik mereka selalu menyuruh tanpa NATO no action talk only!
|
Reply
|
calon mendiknas masa depan (score: 0) by: Anonymous on: Tuesday, May 08, 2007 03:59:08
|
well, yang namanya pendidikan tidak pernah lepas dari peran sentral guru. meskipun sekarang banyak teori menyebutkan peran guru harus mulai di(paksa) geser, pada kenyataannya guru masih menjadi penentu berhasil-tidaknya sebuah proses pembelajaran. sebagus apapun sekolah, selengkap apapun sarana-prasarana pendukung, secerdas apapun kwalitas siswa dan seideal sistem pembelajaran tidak akan sempurna tanpa terjemahan praktis dari guru.
jadi sudah sangat bijak jika guru mendapatkan apresiasi lebih dari pemerintah atas kerja kerasnya (kesejahteraan)
|
Reply
|
calon mendiknas masa depan (score: 0) by: Anonymous on: Monday, May 14, 2007 02:50:13
|
| mendiknas masa dpan adalah orang yang benar2 mengerti dengan dunia pendidikan dan jangan hanya duduk di balik meja dan jangan hanya melihat bagaimana sekolah2 yang dekat dengan ibu kota. Sementara yang di plosok tidak pernah diperhatikan. thanks. guru di desa
|
Reply
|
calon mendiknas masa depan (score: 0) by: Anonymous on: Wednesday, October 24, 2007 03:39:08
|
saya sangat setuju dengan pendapat anda,terkadang pelajaran semudah apapun jika guru tersebut kurang bisa menjelaskan kepada murid. murid akan keteteran alias gak ngerti.kita bisa lihat betapa sejahteranya kehidupan guru di negara lain,laah kapan Indonesia bisa seperti itu........
|
Reply
|
calon mendiknas masa depan (score: 0) by: Anonymous on: Friday, October 26, 2007 00:06:19
|
| menurut saya, kesejahteraan guru harus diperhatikan. contohnya gaji guru yang terlalu kecil bila dibandingkan demgam guruguru di luar negeri. ini bertujuan untuk meningkatkan semangat guru agar lebih semangat dalam mengajar. guru juga harus diberikan fasilitas yang menunjang tugasnya.misal: guru yang rumahnya jauh bisa diberikan mobil atau motor agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu dan kegiatan belajar-mengajar berjalan lancar.
|
Reply
|
calon mendiknas masa depan (score: 0) by: Anonymous on: Wednesday, December 12, 2007 03:00:38
|
Tapi kadang kadang kita melupakan satu hal, memang benar guru adalah di barisan yang paling depan terhadap maju tidaknya pendidikan, tetapi pemerintah sebagai pemegang kebijakan selalu membuat peraturan atau kebijakan yang terkadang bertolak belakang dengan yang terjadi di lapangan.
Misalnya pergantian kurikulum yang mendadak, baru memahami kurikulum yang ini ganti yang itu
|
Reply
|
anti (score: 0) by: Anonymous on: Sunday, December 09, 2007 02:05:21
|
| karena menurut saya kurikulum itu yang mengatur bagaimana berjalanya suatu sistem pendidikan
|
Reply
| |
|
|
|
 |  |