 |
|
| Pendidikan Penerbangan |
|
| |

| |
|
| Mutasi Guru & Dosen |
|
| |

| |
|
| PTHP, SLTA & SLTP.Net |
|
| |
Perguruan Tinggi HP [ PTHP.Net ]Perguruan Tinggi (PT) termasuk semua jenis pendidikan setelah Sekolah Menengah (Swasta dan Negeri). Perguruan Tinggi bertanggungjawab untuk menjaminkan seorang mahasiswa/i akan mencapai suatu sukses di lapangan kerja dan menerapkan ilmu serta memiliki kemampuan sosial yang cukup untuk menganalisa, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang positive. Mahasiswa/i yang lulusan PT seharusnya mampu meningkatkan mutu hidup untuk lingkungannya maupun negaranya. Isinya di-update hampir setiap hari. |
|
Sekolah Menengah HP [ SLTA.Net ]Homepage ini berisi informasi untuk semua Sekolah Menengah (SMU - SMK - MAN) di Indonesia supaya siswa-siswi, guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang berminat yang bisa menggunakan Internet dapat saling mengenal dan berkomunikasi. Isinya dan pendaftaran siswa/i dan pendidik di-update hampir setiap hari. Mohon kunjungi Forum dan Buku Tamu kami. Saran-saran, informasi, peran serta aktif , dan bantuan Anda sangat bernilai tinggi. Semoga Anda dapat memanfaatkan homepage ini sekarang dan seterusnya. |
|
Sekolah Dasar & Lanjutan [ SLTP.Net ]Homepage ini diisi informasi tentang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Homepage ini dibuat supaya siswa-siswi, guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang berminat yang bisa menggunakan Internet dapat saling mengenal dan berkomunikasi. Kalau Anda anggota lingkungan SLTP/SD mohon mendaftar supaya jaringan komunikasi bisa di lanjutkan. Isinya dan pendaftaran siswa/i dan pendidik di-update hampir setiap hari. Mohon kunjungi Forum dan Buku Tamu kami. |
|
| |
|
| 100 Kunjungan Terakhir |
|
| |

| |
|
 |
|
 |
|
Pendidikan.Network ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi forum bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. [Informasi Langganan Baru]
 Memang "Indonesia Bisa!" Tetapi kapan? Kapan kita akan memberantas kebudayaan korupsi, yang bukan kebudayaan bangsa, dan mulai bekerjasama untuk membantu rakyat dan negara kita, daripada mencari kesempatan untuk mengeksploitasi rakyat dan 'memperkosa' negara kita? Kapan kita akan memberantas korupsi yang menjajah dan membunuh masa depan negara kita maupun masa depan anak-anak kita? Kalau mulai sekarang semoga tahun depan kita betul dapat merayakan Hari Kebangkitan Nasional dengan penuh harapan dan semangat tinggi. Maju Indonesia - Maju!
Seputar Berita Pendidikan
"Dewan Buku Nasional Perlu Dibentuk" (Buku Sekolah Elektronik)
"JAKARTA--MI: Kebijakan buku elektonik (e-book) dinilai tidak efektif menekan harga buku menjadi lebih murah. Untuk itu, Forum Guru Independen Indonesia (FGII) mendesak dibentuknya Dewan Perbukuan Nasional"
"Pada bagian lain, anggota Komisi X dari Fraksi PDIP Cyprianus Aoer mengatakan kebijakan buku elektronik tidak mencerminkan peta-peta wilayah Indonesia yang masih timpang dalam hal teknologi. Hal itu juga tercermin dari ketersambungan aliran listrik di Indonesia yang baru mencapai 40%"
"Apalagi, para guru yang sudah melek teknologi hanya sekitar 10%-15%"
Secara logik, BSE memang tidak dapat berhasil, kan?. Internet hanya akan membesarkan jaraknya antara yang punya uang dan akses dan yang tidak.
Tetapi yang dapat mengakses BSE dapat dirugikan juga: "Buku Matematik yang download beberapa hari yang lalu total halaman termasuk pengantar dan semuanya 289 halaman. Dengan demikian biaya yang diperlukan semuanya adalah cover Rp.20.000+Rp.115600 (print halaman 144 (289/2)xRp.800)= Rp135.000" - Satu buku???
Kelihatannya Buku Sekolah Elektronik (BSE) hanya menguntungkan Internet Service Provider2 (Pengusaha Penyelenggara Jasa Internet).
Kapan DepDikNas akan sadar bahwa Internet bukan solusinya, dan mulai bekerja keras untuk mengatasi hal-hal yang betul penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara kita?
'Pemerintah Bantu SMA Jadi SMK' (Akhirnnya Datang Juga - Berita Yang Baik!) Walapun Terbalik?
"JAKARTA--MI: Pemerintah akan memberikan bantuan pengadaan peralatan bagi sekolah-sekolah SMA swasta yang terpaksa gulung tikar, jika mengubah statusnya menjadi sekolah-sekolah SMK."
"Bantuan pengadaan peralatan itu, nantinya akan disesuaikan dengan potensi daerah, serta tergantung dengan volume bantuan dan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah."
"Jika potensinya daerah manufaktur, maka SMA swasta itu bisa menjadi SMK yang berbasis manufaktur. Jika potensinya pariwisata, maka SMK Pariwisata, agar perubahan status itu, tidak sia-sia, ujar Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno kepada Media Indonesia, Jumat (11/7)."
Sebelum tahun 1994 memang kurikulum SMU adalah lebih seperti SMK, banyak keterampilan. Mengapa membuat kurikulum 1994 yang merugikan 70% siswa-siswi SMU/SMA yang tidak lanjut ke perguruan tinggi dan harus mencari pekerjaan tanpa keterampilan.
Satu hal lagi adalah status nama SMK (Kejuruan) yang pada umum adalah sekolah khusus untuk calon tukang pada hal cukup banyak lulusan dari SMK melanjut atau ingin melanjut ke perguruan tinggi juga dan "belum pernah ada sebuah tesis yang dapat dipakai sebagai rujukan yang valid, bahwa lulusan SMK mempunyai tingkat pemikiran yang lebih rendah". Kita harus memudahkan cara untuk lulusan SMK yang ingin masuk ke perguruan tinggi.
Menurut kami, keterampilan adalah sesuatu yang sangat menguntungkan semua pelajar selama hidup dan mempunyai potensial untuk meningkatkan mutu dan kemampuan mandiri lulusan dari perguruan tinggi juga. Bagaimana kemandirian lulusan PT sekarang?
RE: "SMA swasta itu bisa menjadi SMK yang berbasis manufaktur". Memang industri harus berperan lebih aktif dalam bidang pendidikan, tetapi sampai pendidikan sebagai layanan industri khusus? Kita harus menjaga supaya pendidikan memberi kesempatan kepada semua anak untuk memilih jalan dan masa depan mereka sendiri.
Kami sendiri adalah lulusan dari SMK dan kami betul mengerti "dampaknya kalau kita punya sistem pendidikan Dua Kelas". Masalahnya bukan mutu pendidikannya tetapi PD kita (yang Kelas ke2) dapat membatasi aspirasi kita.
Kita punya dua sistem Pendidikan Menengah:
- SMA - Yang Merugikan 70% Siswa-Siswinya
- SMK - Yang Diangap Pendidikan Tukang dan dapat Membatasi Aspirasi Siswa-Siswi Kita.
Mengapa tidak digabung sebagai Pendidikan Menengah Umum? Tujuannya sama, semua siswa-siswi berharap bekerja, biar menjadi Dokter atau Teknisi. Semua Pendidikan Menengah adalah Pendidikan Kejuruan karena Akhirna Semua Siswa-Siswi Ingin Bekerja!
Menurut kami, jauh lebih baik kalau SMK menjadi SMA dan semua SMA dilengkapi dengan keterampilan (banyak pilihan) untuk semua anak-anak (seperti K-1984).
Biar namanya SMA, SMU atau SMB (Baru), mengapa punya dua sistem?
Mari Kita Menghapus Kelas2 Di Bidang Pendidikan!
"Kuliah Bersama di Widya Telewicara" (Mendiknas) Aduh - Teknologi Lagi !
"Berkat kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kini seorang mahasiswa tak perlu jauh-jauh meninggalkan Tanah Air untuk mengikuti kuliah ataupun seminar. Melalui sarana widya telewicara, seorang mahasiswa bisa melakukan kuliah umum di satu perguruan tinggi yang bisa diikuti oleh beberapa perguruan tinggi lain, bahkan di luar negeri secara bersamaan."
"Semua itu tak lepas dari upaya Departemen Pendidikan Nasional, yang membuka koneksi dengan Global Development Learning Network (GDLN) untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan, dan mendekatkan Indonesia ke dunia melalui teknologi widya telewicara (video teleconference)."
"GDLN adalah jejaring TIK internasional dengan anggota lebih dari 80 negara"
Salah satu masalah yang kita membahas di artikel kemarin "Pengumuman Multimedia Terbukti Tingkatkan Nilai Siswa" adalah pelajaran di kampus-kampus PT di Indonesia adalah kurang "interaktif".
Pada tahun 1995 di salah satu universitas, yang memiliki lima (5) kampus di mana saya sebagai Manajer Teknologi, kami uji coba Teleconferencing sebagai solusi untuk membagi sumber dari satu (1) kampus sebagai sumber untuk empat (4) kampus lain. - Kedengarannya manis kan?
Kenyataannya? Coba membayangkan situasi di mana biasannya ada 100 sampai 200 mahasiswa / mahasiswi di satu ruang. Di dalam keadaan begini kemungkinan untuk interaksi sudah hampir nol. Nah, coba membayangkan situasi di mana mahasiswa / mahasiswi dari empat (4) kampus lain bergabung lewat teleconferencing! Beberapa kali mereka mencoba membagi kesempatan ke kampus lain untuk menyampaikan pertanyaan, aduh repotnya! Yang terjadi adalah ratusan mahasiswa / mahasiswi duduk pasif sambil menunggu...........
"A large number of people is difficult to manage in a single teleconference, with individuals attempting to interact and present their points of view. One-on-one dialogue with a few people is usually preferable. Widely divergent topics are also difficult to handle with a large number of people participating in a teleconference."
Mengapa video teleconferencing di kampus-kampus di negara maju tidak begitu berkembang sejak 1995? Kalau lewat teleconferencing kesempatan untuk belajar secara aktif / interaktif mengarah ke nol minus ("0-" = membuang waktu dan duit) sebaiknya informasi (lecture) di merekam dan dibagi oleh CD/DVD saja, tidak usah menggunakan teknologi teleconferencing atau Internet (hanya tambah sulit).
RE: "GDLN adalah jejaring TIK internasional dengan anggota lebih dari 80 negara" - Apakah mereka pakai bahasa Indonesia?
"Depdiknas Belum Mampu Kelola Anggaran Pendidikan"
"JAKARTA--MI: Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dianggap belum mampu mengelola anggaran pendidikan jika pemerintah akhirnya mengalokasikan seluruh 20 persen dari total belanja APBN ke instansi tersebut mengingat tiadanya rencana yang jelas untuk penyerapan anggaran tersebut."
"Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan Olly Dondokambey di Jakarta, Selasa (8/7) mengatakan mengelola dana 20 persen dari APBN tidak hanya membutuhkan sistem yang kuat dan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, namun juga program kerja yang mampu mengarahkan penggunaan dana tersebut pada alokasi yang tepat sesuai dengan prioritas pemerintah."
Kami di Pendidikan Network Indonesia Salut Olly Dondokambey atas pengertian dan kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia.
Kalau kebudayaan di DepDikNas, yang kelihatannya belum dirubah sejak Orde Baru (bersifat proyek) tidak dirubah dan DepDikNas tidak membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (Master Plan) bersama semua stakeholders, bagaimana kita dapat menjaminkan masa depan bangsa?
RE: "Sumber daya manusia yang berkualitas"
Kami harus bertanya, apakah SDM yang ada di DepDikNas mampu mengatasi "korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah"? - Mengapa belum?
Apakah SDM di DepDikNas juga perlu diganti?
"Jarum jam menunjuk pukul 14.00 WIB. Sebanyak 38 murid kelas dua SD Pasundan 3, Jl Babakan Ciparay, Kota Bandung, berada di dalam kelas. Sedang asyik belajar, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Sejurus kemudian, gubrak!. Atap ruang kelas ambruk. Ruangan berantakan dan dipenuhi jeritan menyayat." (Republika Online, Maret/28/08)
Jelas banyak anak-anak kita maupun guru di dalam keadaan berbahaya kalau masuk sekolah. Kapan kita akan serious terhadap semua aspek-aspek pendidikan? Membaca berita "KEADAAN SEKOLAH".
Apakah E-Pendidikan Adalah Mimpi?
Atau Coba: $150 Linux Mini-PC dari Cina
 Memperbaiki Perpustakaan Sekolah
Pendidikan Yang Bermutu Adalah:
"Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan." (Ref: E-Pendidikan.Com)
Ayo Pak MenDikNas, mari kita berjuang bersama untuk meningkatkan semua aspek pendidikan supaya menjaminkan pendidikan yang bermutu untuk semua...
Anggaran Pendidikan 20% - Bersih Tanpa Korupsi dan MarkUp ... Mohon perhatian "Isu-Isu Pendidikan!"
 Suara Pegawai Negeri
 Beasiswa2 / Scholarships
"Korupsi Virus yang Harus Ditemukan Obatnya" - Virus? Bukan Lingkungan Maling yang Perlu diHukum? Mohon Memaca!
Pendidikan Network berdiri dari 33+ situs dasar (lihat di sini). Tetapi kami mempunyai lebih dari 70 situs dan domain yang forwarding khusus pendidikan. Juga halaman utama dibuat di dalam delapan bahasa (8) supaya menerima kunjungan lebih global:
 Mencari Data & Informasi Pendidikan
Webmaster (Halaman Lama)
E-Mail: HelpDesk@Pendidikan.Net
Online Sejak Juni, 1998
Copyright © 1998-2008
|
|
|
 |
|
| Kegiatan & Aktivitas |
|
| |

| |
|
| Teknologi & Lowongan |
|
| |
Teknologi Pendidikan [ E-Pendidikan.Com ]Oleh karena jarak antar propinsi di Indonesia cukup jauh, maka untuk mengadakan komunikasi antar semua sektor pendidikan menjadi lebih sulit. Internet adalah salah satu pilihan untuk mengatasi masalah ini. Apa itu Internet? Apa saja yang diperlukan untuk menyambung ke Internet? Bagaimana sekolah bisa menyediakan dana untuk mengadakan kegiatan Internet? Bagaimana mengenai Laboratorium Bahasa dan Computer? Bagaimana kita bisa mendapatkan E-Mail Gratis dan membuat Homepage Gratis? Pertanyaan-pertanyaan ini dan banyak hal lain dapat Anda temukan jawabannya di E-Pendidikan.Com. |
|
Pekerjaan & Lowongan [ Indo-Jobs ]Pada umumnya ada dua macam pendidikan; Pendidikan Kejuruan dan Pendidikan Umum. Menurut webmaster homepage ini hanya ada satu macam pendidikan, oleh karena semua pendidikan bermuara kepada pekerjaan (apakah itu lulusan sekolah teknisi atau universitas kedokteran). Homepage IndoJobs dibuka sebagai mata rantai (link) dalam dunia pendidikan untuk membantu mencapai hasil yang maximal di dunia Global untuk siswa dan pendidik kita.
Kujungi Homepage IndoJobs di Indo-Jobs |
|
Teachers' Corner Int'l [ TeacherCorners.Com ]Untuk meningkatkan profesionalisme sebagai guru kita wajib berkomunikasi dan tukar informasi dengan guru-guru lain di Indonesia. Komunikasi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Supaya pengetahuan dan metodologi kita tidak ketinggalan, kita memang wajib berkomunikasi dengan guru-guru dari luar negeri juga. Di "International Teachers' Corner" Anda dapat berkomunikasi dengan guru-guru dari negara lain yang mendaftar khusus untuk tukar dan membagi informasi (Anda tidak perlu pandai sekali Bahasa Inggris). |
|
| |
|
 |
|  |