"Kenapa tidak memilih menjadi wirausaha?"
(Pertanyaan Dari Lapangan)
Memang wirausaha adalah sangat penting untuk membangun ekonomi negara kita, tetapi ada banyak orang yang tidak cocok. Kita harus mejaga supaya mencari uang tidak menjadi urusan utama rakyat, sampai kita menilaikan orang atau diri-sendiri dari kayanya (ini adalah penyakit). Kita dapat sangat bersukses dan bahagia, walapun uangnya pas-pasan. Ingatlah yang paling penting di dunia ini adalah manusia, bukan uang!
Pengalaman Pribadi:
Keluarga saya dulu memang termasuk orang-orang sulit. Bapak saya bekerja di PLN (Australia) dan ibu saya bekerja part-time. Uangnya pas-pasan tetapi kami sangat bahagia dan semangat saya sangat tinggi. Kami jarang sekali membahas isu uang, kami selalu sibuk menikmatikan yang ada.
Pada waktu SMP saya punya hobi banyak; kimia, listrik, elektronik, fotografi, penerbangan (coba http://Penerbangan.Net), dll. Tetapi saya tidak mungkin dapat minta uang dari orangtua saya, sepatu saja saja dibeli oleh sistem kredit.
Jadi dari umur 14 tahun saya sudah berbisnis kecil. Modalnya dari koleksi timah hitam dan tembaga (barang bekas) yang saya cari di tempat sampah umum.
Bisnis pertama adalah membuat "Chemistry Sets" (misalnya) lengkap dengan buku berisi banyak macam uji coba (experiments). Banyak sekali anak tertarik karena yang saya membuat sangat murah dan lebih lengkap daripada yang ada di toko. Juga karena pada waktu itu ada program sains di televisi (Sains.TV) yang meningkatakan perhatian sains oleh banyak anak-anak sekolah.
Tetapi setelah beberapa bulan saya menutup bisnis itu karena tujuannya mencari uang untuk hobi sudah tercapai dan saya sangat tidak suka sibuk dengan urusan bisnis (dan uang) melulu - bukan hobiku!.
Dua tahun kemudian, karena saya perlu uang lagi saya membuka bisnis membuat ampli guitar karena pada waktu itu hobi saya adalah merekam band-band. Tetapi, seperti dulu, walapun pesan-pesannya banyak, saya tidak suka sibuk dengan urusan bisnis dan uang. Berarti saya betul tidak cocok di dunia bisnis.
Saya tidak dapat angap menghasilkan uang yang kelebihan sebagai tujuan yang cukup penting sampai meningalkan hobi dan tujuan utama saya yang lain (sifat pribadi saja). Ada yang cocok berbisnis, dan ada yang tidak.
Dulu di Australia saya bekerja di universitas di bidang teknologi pendidikan dari jam 7.30 sampai jam 16.00, setelah itu pulang makan dan berangkat ke kampus lain untuk mengajar elektronik sampai 21.00. Di samping itu saya kuliah (external) sering sampai jam 2 pagi, dan itu sebabnya saya kecanduan kopi sekarang. Di "weekend" saya suka dandan mobil-mobil dan barang lain yang saya beli murah untuk dijual lagi. Selain itu Juga saya adalah tukang pijat (punya ijaza resmi), tetapi tujuannya bukan uang - semua ini adalah hobi saya, jadi puas bangat!
Sejak saya mendirikan Pendidikan Network ini (10 tahun) banyak bisnis sudah menawarkan diri untuk bekerjasama, termasuk dari europa, tetapi menurut saya bisnis dan pendidikan tidak baik dicampur, pasti banyak pengaruh. Tuhan terus menjaga supaya saya dapat makan, mau apa lagi?
Kebijakan Pendidikan Network:
Kami memang mendukung semua bisnis dengan link-link dan informasi singkat mengenai produknya karena ini dapat membantu lingkungan pendidikan kita.
Kami berjuang untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat maupun pemerintah terhadap isi-isu yang paling penting di bidang pendidikan di negara kita (termasuk pendidikan kesehatan dan teknologi).
Kami juga membantu dengan marketing untuk produk-produk yang dapat meningkatkan kurikulum sekolah supaya meningkatkan mutu pembelajaran dan masa depan anak-anak kita.
Kami melawan retorika (tanpa bukti) dari bisnis maupun pemerintah yang hanya dapat memakan dana pendidikan dan merugikan bangsa kita.
- Kami melawan KKN - yang sangat-sangat merugikan bangsa kita!
Salam Pendidikan
Phillip Rekdale, BBM (Bukan Business Man)
Draft Saja (Dalam Proses 23-7-2008)
Mohon Mengirim Feedback dan Saran
"Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan."
(Ref: E-Pendidikan.Com)
Ayo Pak MenDikNas, mari kita berjuang bersama untuk meningkatkan semua aspek pendidikan supaya menjaminkan pendidikan yang bermutu untuk semua...
Anggaran Pendidikan 20% - Bersih Tanpa Korupsi dan MarkUp ... Mohon perhatian "Isu-Isu Pendidikan!"